Bukan Hak Kita, bukan?

Bulan puasa itu identik dengan? Ya, buka puasa gratisan. Ini sebenarnya mirip kisah jaman kuliah dulu. Hampir tiap menjelang magrib, antri di depan masjid menunggu jatah kolak dan nasi bungkus untuk berbuka. Buat mahasiswa dengan kiriman uang pas-pasan seperti saya, dapat makanan gratis setiap hari selama bulan Ramadhan sungguh berkah tak terkira. Apalagi lauknya bukanlah…

Nasionalisme di Bandara

Sungguh, seakan rasa nasionalisme dan kebanggaan saya terhadap negara kesatuan republik Indonesia yang tercinta ini seakan goyah sewaktu tanpa sengaja menguping pembicaraan sekelompok Ibu-Ibu dari belakang kursi Saya duduk di pesawat. “Aih, jaman sekarang, walaupun anak perempuan saya ga cantik atau ga pintar ga masalah, yang penting dia jago bahasa Inggris, biar nanti dapat suami…

Jika Anda puas beritahu teman

Hampir saja Saya sujud syukur kala menemukan sebuah rumah makan Padang di Bangkok. Tidak asli rumah makan  seperti  rumah makan Sederhana atau Pagi Sore yang terkenal di berbagai kota di Indonesia. Bahkan masih jauh rasanya jika dibandingkan dengan lapau nasi (warung nasi) Padang Doa Mande yang cuma punya kursi buat empat orang. Tetapi ini sudah…

Serangan Sahur dari Malaysia

Sehebat-hebatnya pak RT Saya, tetap saja beliau adalah seorang manusia biasa yang butuh teman curhat. Dan entah kenapa, kali ini, giliran Saya yang harus duduk manis mendengarkan curhat pak RT. Perasaan sungkan karena tidak pernah ikutan ronda dan cuma datang kalau ada acara makan-makan gratis, membuat Saya memaksakan diri untuk tabah mendengarkan curhat beliau. Ya,…

Aa Gym dan Ramadhan yang Terlupa

Entah mengapa, dari dulu Saya tidak pernah bersepakat dengan Aa Gym, seorang ustadz (yang dulunya) kondang dari Bandung, Jawa Barat. Pertama kali ikut pengajian di pesantrennya, Saya bengong kala dia menyuruh semua jemaah menangis. Di pengajian kedua yang Saya ikuti beberapa waktu kemudian, Saya tidur dengan nyenyaknya. Terus pas beliau nikah lagi, walaupun tidak ikutan…

Sayur Hambar, Bulutangkis dan Sepakbola Indonesia

Sariman, housekeeper di rumah kostan Saya beberapa waktu lalu mogok makan masakan istri. Gara-garanya masakan sang istri yang tak jua kunjung enak. Sudah berulang kali, tetap saja rasanya pas-pasan. Tadinya saya pikir ini alasan Sariman saja. Dulu jaman baru pacaran aja, tahi kambing serasa coklat. Sekarang giliran sudah dikawinin, dibilang masakannya tidak enak. Mau nambah…