Monthly Archives: July 2007

Warung Nasi Padang Doa Mande

Walau sudah hampir enam tahun lamanya saya merantau meninggalkan Nagari Minang Kabau, kampung halaman saya, menuntut ilmu mencari kehidupan di tanah Sunda, tapi untuk urusan perut tetap saja masih cap Minang. Belum terasa nikmatnya dunia ini jika dalam sehari itu belum makan nasi Padang. Ondeh mande, kalau makan nasi Padang tambuah ciek. Tapi sayang persoalannya tidak sesederhana datang-makan-kenyang. Prinsip paid more get more kurang berlaku di rumah makan Padang. Kalau di warteg dengan duit lima ribu kita sudah bisa makan ayam dan teman-temannya satu komplotan, kalau di rumah makan padang ya baru cikal bakalnya, alias cuma makan dengan telur ayam. Dan yang paling dibuat menderita karena hal yang satu ini, ya orang-orang seperti saya. Orang-orang yang perutnya cap Minang Asli, tapi kantong pas-pasan. Untuk kalangan seperti ini rumah makan padang bukanlah sahabat yang baik.

Tapi tidak dengan sebuah warung nasi Padang di dekat kampus saya. Hanya sekelas warung nasi memang, tempatnya kecil cuma berukuran 3×4, dan tentu saja tidak ada itu yang namanya pelayan berseragam. Tapi kalau soal rasa dan harga, wuihhh…. mantap bana. Continue reading

Buah Jatuh takkan Jauh dari Pohonnya

Like Father Like Son, atau walau tak lazim mungkin dalam sisi satunya lagi, Like Mother Like Daughter. Suka Papa juga suka anak laki-lakinya, atau ngecengin Mama dan Putrinya sekaligus? Tentu saja bukan, kalau ini mah namanya kemaruk, lagipula dalam norma yang berlaku dikebanyakan masyarakat hal ini adalah suatu perbuatan yang tidak dibenarkan. Terus apa yang dimaksud? Tentu saja ini hanyalah sebuah pertanyaan retorika, karena bisa dibilang hampir semua orang mengetahui bahwa ini adalah sebuah istilah dalam bahasa Inggris, yang artinya kurang lebih sama dengan peribahasa kita, Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.

Karena kita punya peribahasa tersendiri dalam bahasa Indonesia kita, maka kali ini kita singkirkan saja istilah Like Father Like Son tersebut, dengan bangga cukup kita pakai peribahasa “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”.

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.
Sebuah peribahasa yang cukup…. cukup… bagi saya ini sebuah peribahasa yang cukup… cukup menakutkan. Continue reading