Monthly Archives: November 2006

Saya (harusnya) Masuk TV

Beberapa hari yang lewat, tidak sengaja saya melintas di antara kerumunan mahasiswa yang sedang berdemo menentang kedatangan pak George W. Bush. Walaupun jumlah pendemo tak seberapa namun peristiwa kegiatan tersebut cukup menarik perhatian banyak orang dan juga para wartawan dari berbagai media masa. Dan tentu saja seketika menimbulkan macet di ruas jalan tersebut. Entah apa yang membuatnya tertarik, tiba-tiba seorang wartawan mengampiri saya bermaksud untuk mewawancara.

Awalnya saya menolak karena saya bukanlah orang yang ikutan demo pada saat itu. Tetapi , akhirnya saya menjawab jua, lagi pula, kalau dipikir-pikir saya kan jadi masuk tivi. Siapa tahu orang tua di kampung menonton. Sang wartawan mewawancara menanyakan apakah saya setuju atau menolak kedatangan pak Bush, apakah uang enam milyar yang dikeluarkan pemerintah itu layak, dan kenapa saya tidak ikutan berdemo padahal saya adalah mahasiswa.

Tapi dua hari saya nongkrong di depan tivi, berita saya diwawancara tak jua muncul. Apa si wartawannya lupa ya? Tapi ya sudahlah, walau saudara-saudara tak jadi melihat saya di tivi, saya ceritakan saja di sini. Continue reading

Lukisan Wajah dan Senyuman

Sebuah kesempatan yang sangat jarang sekali untuk orang dengan tampang pas-pasan seperti saya. Beberapa hari yang lalu, kebetulan saya bertemu dengan seorang teman lama. Sebenarnya bukan teman, karena beliau adalah seorang dosen seni rupa yang merangkap sebagai seniman juga. Tapi beliau tidak mau dipanggil dengan panggilan Pak atau Mas, cukup dipanggil nama saja. Ya sudahlah, walau beda usia lebih 10 tahun, saya nurut saja. Akhir tahun ini beliau bermaksud untuk mengikuti sebuah pameran lukisan wajah di luar negri. Karena cukup disebut luar negri saja saya berpikir ini pastilah sebuah pameran kelas dunia. Namun bukan masalah pameran tersebut yang ingin saya ceritakan, tetapi sesuatu yang jauh lebih penting. Beliau menawarkan untuk melukis wajah saya untuk ditampilkan pada pameran nanti.

Hari gini ada yang tertarik sama wajah saya? Walau bukan Raam Punjabi yang tertarik dengan wajah saya, tetapi dilukis, masuk pameran di luar negri?, wow.. ini penghargaan yang sangat besar untuk saya. Dibandingkan dengan teman-teman kampus atau teman-teman di komunitas yang memang ditakdirkan Tuhan memiliki tampang ganteng, bahkan dengan Christian Sugiono sekalipun, bintang sinetron yang sangat diidolakan banyak teman-teman cewek karena bisa bikin mereka pada panas dingin, jelas sekarang kelas saya jauh di atas mereka. Continue reading