Monthly Archives: August 2012

Nama Baik Sang Bapak

β€œNamanya juga jaga nama baik orang tua, Ben” ujar seorang teman dengan nada tegas dari sebuah percakapan kami sekitar dua bulan yang lalu. Β Saat itu urusan seputar korupsi di lingkungan tempat kerja sang teman tersebut lah yang menjadi topik pembicaraan kami. Bukan, bukan perkara koruspi duit milyaran atau jutaan. Cuma kelas teri yang ratusan ribu, uang makan, kertas kantor, atau telepon kantor yang acap kali dipakai untuk kepentingan pribadi lah yang jadi bahasan. Tak habis pikir juga mengapa ini yang kita bahas setelah lama tak bersua. Namun jawaban sang teman tersebut, terus terang cukup menghentak buat saya.

Nama baik orang tua mana yang dia maksud? Bapaknya yang supir angkutan kota itu? Supir angkutan kota mana yang punya nama baik? Ibunya yang buruh cuci?Β  Continue reading

Advertisements

Orang Tak Penting Sok Penting

Selalu saja kejadian. Setiap kali naik pesawat, tidak pernah tidak, selalu saja saya dihantui perasaan was-was. Bagaimana tidak, nyawa saya bergantung kepada beberapa orang yang merasa dirinya begitu penting sehingga harus menyalakan telepon genggamnya selama mungkin sebelum pesawat tinggal landas, dan langsung menyalakannya kembali sesaat pesawat menjejakkan kembali rodanya di landasan. Seakan mereka sedang menunggu sebuah panggilan telepon yang menentukan hidup mereka seribu tahun ke depan.

Soal betapa berbahayanya melakukan hal ini, saya yakin hampir semua dari kita mengetahuinya. Para awak pesawatpun tak pernah lupa mengingatkan hal ini. Namun berapa dari kita yang mematuhinya? Mungkin benar adanya ketika ada yang bilang bahwa peraturan dibuat untuk dilanggar. Namun melihat orang lain melanggar peraturan yang akan membahayakan kehidupan saya? Ini yang sulit untuk bisa diterima. Continue reading