Raket Nyamuk dan KPK

Sewaktu Papa dan Ibu mengunjungi apartemen kami beberapa bulan yang lalu, selain rentetan komentar Papa dan Ibu tentang betapa gamangnya tinggal di lantai 20, dengan singkat Papa berkata bahwa satu kelebihannya adalah tidak ada nyamuk di apartemen kami. Ahaha, iya, ketinggian lantai dua puluh sepertinya terlalu sulit untuk disambangi para nyamuk. Kecuali mereka tahu bahwa mereka bisa menumpang lift yang tersedia.

Tanpa nyamuk, tentu saja obat nyamuk, mau yang versi lebih mahal atau lebih baik, tidak pernah ada dalam daftar belanjaan kami setiap waktunya. Begitu juga dengan sebuah benda luar biasa yang bernama raket nyamuk. Benda berwujud raket, namun memiliki aliran listrik pada senarnya, begitu populer belakangan ini. Tidak di apartemen kami. Tetapi jadi andalan di rumah orang tua kami di kampung.

Saat berlibur lebaran ke kampung beberapa waktu lalu, raket nyamuk sepenuhnya jadi andalan saya. Kebetulan udara di kampung sedang panas. Sehingga menurut orang tua saya, nyamuk-nyamuk menjadi begitu banyaknya. Kalau menurut sebuah lagu rap tahun 90-an, nyamuk ini bawa kakek nekeknya, om-om dan juga tante-tantenya.

Pasang obat nyamuk? Mau yang versi lebih mahal atau lebih baik? Tak ada satupun yang berjaya. Pernah sekali waktu saya pasang tiga jenis dari tiga merek berbeda sekaligus. Bukannya nyamuk-nyamuk tersebut berkurang, yang ada malah saya yang sesak nafas di kamar.

Terpaksa, raket nyamuk beraksi!

Ces, ces, ces, setrum… cesss!!!

Satu terkapar, dua terbakar… satu lagi terbakar, dua lagi terbakar… Sikat!!!

Ya, dalam waktu yang tak lama begitu banyak nyamuk yang mati. Ada bau gosong tentu saja, tetapi ini jauh lebih baik dari pada bau semprotan obat nyamuk yang bikin dada sesak.

Dan jujur saya akui, membasmi nyamuk dengan raket nyamuk ini terasa menyenangkan. Tak jarang saya begitu bersemangatnya, bergerilya dari ruang tamu, semua kamar hingga dapur, berperang membasmi semua pasukan nyamuk. Coba saja, menyenangkan sekali. Apalagi jika membayangkan betapa gemetarnya para nyamuk yang lain melihat teman mereka kesetrum tak berdaya.

Mirip KPK,” ujar Papa saya tiba-tiba menimpali saya yang sedang asik men-smash nyamuk. Gerakan backhand saya batalkan, lalu menatap kebingungan ke arah Papa.

Mirip KPK?”, saya mengulang kalimat Papa dengan nada kebingungan.

“Ibarat obat nyamuk, dipasang berapa banyakpun, dari versi terbaru dan termujarabpun, nyamuk tetap saja banyak. Yang mati paling satu dua, yang lain, justru makin kebal.”

“Polisi, jaksa… sebut saja berapa banyak para penegak hukum dengan segala aturan yang mereka ciptakan untuk memberantas korupsi. Yang ketangkap, paling satu dua. Yang lain, makin lihai mengakali hukum.”

“Sama seperti betapa butuhnya kita dengan raket nyamuk saat ini, seperti itu pula kebutuhan negara ini akan Komisi Pemberantas Korupsi. Smash satu-satu koruptor itu.  Setrum hingga mati terbakar di raket nyamuk KPK, di depan nyamuk-nyamuk koruptor lainnya. Papa yakin, tak lama lagi negara ini akan bebas dari korupsi.”

Saya hanya terpukau mendengarkan penjelasan Papa. Menyadari betapa benar butuhnya negara ini akan raket nyamuk alias KPK. Aturan hukum yang berlaku, tak lagi membuat kita takut atau jera. Harus dikejar satu-satu, dihukum satu-satu, dimiskinkan satu-satu, di depan semua orang agar kita semua takut dan jera untuk korupsi.

Ces, ces, cess… Raket nyamuk yang saya pegang tiba-tiba berdesis, seekor nyamuk nyangkut di raket saya. Ada percikan, dan seketika terkapar tak berdaya.

Raket yang diam di tangan saya saja, ada nyamuk yang terperangkap. Bayangkan jika raket ini saya gerakkan sepenuh hati, dengan penuh kuasa ke setiap sudut! Bayangkan jika KPK kita dukung sepenuh hati, dan berkuasa ke setiap sudut peluang korupsi di negeri ini!

Kecuali, jika negara ini sudah tinggal di apartemen lantai 20 juga.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s