Saya (harusnya) Masuk TV

Beberapa hari yang lewat, tidak sengaja saya melintas di antara kerumunan mahasiswa yang sedang berdemo menentang kedatangan pak George W. Bush. Walaupun jumlah pendemo tak seberapa namun peristiwa kegiatan tersebut cukup menarik perhatian banyak orang dan juga para wartawan dari berbagai media masa. Dan tentu saja seketika menimbulkan macet di ruas jalan tersebut. Entah apa yang membuatnya tertarik, tiba-tiba seorang wartawan mengampiri saya bermaksud untuk mewawancara.

Awalnya saya menolak karena saya bukanlah orang yang ikutan demo pada saat itu. Tetapi , akhirnya saya menjawab jua, lagi pula, kalau dipikir-pikir saya kan jadi masuk tivi. Siapa tahu orang tua di kampung menonton. Sang wartawan mewawancara menanyakan apakah saya setuju atau menolak kedatangan pak Bush, apakah uang enam milyar yang dikeluarkan pemerintah itu layak, dan kenapa saya tidak ikutan berdemo padahal saya adalah mahasiswa.

Tapi dua hari saya nongkrong di depan tivi, berita saya diwawancara tak jua muncul. Apa si wartawannya lupa ya? Tapi ya sudahlah, walau saudara-saudara tak jadi melihat saya di tivi, saya ceritakan saja di sini.

Hukum di negara ini sebenarnya menyenangkan sekali. Karena kita bisa memukul atau menendang nendang orang tanpa harus takut terkena hukuman apalagi sampai di penjara. Tentu tidak sembarangan pukul. Yang saya maksud di sini adalah memukul atau menendang orang yang kedapatan mencopet atau mencuri di tempat-tempat keramaian, misalnya pasar. Bahkan tak jarang yang baru dicurigai saja bisa-bisa nasib mereka berujung meregang nyawa, hangus terbakar minyak yang disemburkan massa. Untung-untung Polisi segera datang, jadi cuma bonyok-bonyok berdarah saja, ya walaupun masih harus dilanjutkan dengan menginap sekian lama di hotel prodeo.

Massa yang menghakimi? Tenang saja, tidak akan di prodeo kan juga, palingan dibawa ke kantor polisi cuma beberapa orang saja buat ditanya-tanya. Setelah itu pulang. Tidak dihukum karena sebenarnya Polisi pasti juga kebingungan untuk mengungkap siapa saja yang melakukan pemukulan itu. Massa begitu ramainya. Dan begitu mendengar teriakan copet, siapapun di tempat itu pasti akan terpancing emosinya, tidak bapak-bapak, ibu-ibu atau anak-anak sekalipun pasti akan terpancing untuk menghakimi si pelaku di tempat. Atas nama penumpasan kejahatan kasus dianggap selesai. Lagi-lagi ini cuma buat massa, kalau pelaku ya tetap harus nginap.

Dan kalaupun suatu hari si pelaku telah bebas, dia tentu saja juga akan kebingungan buat balas dendam. Mana dia ingat siapa saja yang ada di pasar memukul dia waktu itu. Jadi ya, case closed.

Nah, tanpa maksud memprovokasi, saya hanya ingin memberikan sebuah perspektif lain bagaimana kalau seandainya penghakiman seperti ini kita lakukan juga terhadap para koruptor dan penjahat besar di negara ini. Para penjahat dan koruptor besar yang sudah jelas-jelas terbukti, kalau suatu hari ada yang melihat mereka sedang di pasar atau di suatu pusat keramaian, tanpa dikomando marilah kita sama-sama memukul dan menendang. Toh ini juga atas nama penegakan kebenaran. Kalau menunggu pak Hakim, pak Jaksa ataupun pak Polisi beraksi pasti kelamaan.

Nah, gampang kan….saya yakin dengan begini pasti dalam waktu singkat para penjahat dan koruptor besar di negara ini akan habis. Dan tentu saja seperti yang saya janjikan tadi, tidak akan ada satupun dari kita yang akan dihukum.

Mm, tapi ternyata ide saya ini ditertawakan oleh pak Wawan, petugas kebersihan di Lab saya. Menurut beliau ide saya ini sia-sia karena toh massa itu juga beraninya sama penjahat kecil-kecilan doank. Menurut beliau di negara tercinta ini, pemerintah dan masyarakatnya sama saja. Pemerintah yang hanya berani memenjara maling ayam saja itu juga cerminan dari masyarakatnya yang cuma berani gebukin tukang copet di pasar saja.

Wah kalau begitu, berarti sikap Pemerintah yang bela-belain mengeluarkan uang 6 milyar buat menyambut Bush juga adalah cerminan dari masyarakatnya seperti Ki Gendeng yang bela-belian beli mobil baru seharga 130an juta cuma buat ditanda tangani sebagai bentuk penolakan kedatangan Bush.

Tapi kan sekarang ini banyak sekali orang-orang yang berdemo menolak Bush. Anggota DPR, ulama besar pemimpinan pondok pesantren, mahasiswa, dan tidak ketinggalan karang taruna semuanya berdemo menolak kedatangan Bush. Bukankah ini bukti kalo kita juga sekarang sudah memikirkan yang besar-besar. Namun lagi-lagi saya diketawain pak Wawan.

Jadi menurut pak Wawan yang harusnya saya lakukan apa?
Ya terserah kamu Ben, mau mulai dari ngegebukin koruptor yang lagi jalan di pasar, atau langsung ngegebukin si Bush waktu dia di Bogor. Kalau itu ga berani ya benerin diri sendiri dulu, ga perlu komentarin orang-orang.

Jadi sebenarnya apa jawaban saya waktu itu? Mmm, maaf… karena keasikan nyengir masuk tivi saya jadi lupa menjawab, mungkin karena kelamaan menunggu akhirnya si wartawan pun berlalu. Belum nasib saya masuk tivi.

15 thoughts on “Saya (harusnya) Masuk TV

  1. Pak Wawan itu yang mana sih, ben? … awak pengen kenalan ama doi jadinya … salam jabat buat beliau ya, awak kesengsem ama kalimatnya yang ini:

    Ya terserah kamu Ben, mau mulai dari ngegebukin koruptor yang lagi jalan di pasar, atau langsung ngegebukin si Bush waktu dia di Bogor. Kalau itu ga berani ya benerin diri sendiri dulu, ga perlu komentarin orang-orang

    Gak usah banyak komentar, introspeksi aja lah🙂

  2. hooh capee deh.. bush.. mlulu…

    pa wawan? lo kenal pa wawan yang suami temennyah nyokap gw benx?? ko ga crita2 sih?? *halah.. namanya pa wawan ga cumn satu kalee*

    duh, gw juga pengen masuk tipi nih.. biar badan jadi montok.. ga cungkring kek sekarang… =p

  3. +passya : belum ada rencana yang begituan =p
    +ikram : setuju kram, muda kaya raya, tua masuk surga =)
    +bos Goio : ada noh di bunker, hehehe
    +leksa : no comen mas kapucino =p
    +kana : memangnya masuk tipi bisa bikin badan montok, setau gw kalo mo montok sih mending nabok sarang lebah aja =)

  4. Assalamualaikum Mas

    OOT: maaf, senang antum mengisi blogs kami
    Kami ingin mengajak antum bertukar link (barter links blogs) dengan situs ini. Silahkan antum tambahkan alamat-alamat blogs kami ini, kami akan menambahkan blogs antum juga di tempat yang telah kami sediakan,

    berikut blogs kami:

    http://aqidahislam.wordpress.com
    http://akhlaqmuslim.wordpress.com
    http://keluargamuslim.wordpress.com
    http://kisahislam.wordpress.com
    http://mediamuslimah.wordpress.com
    http://manhajislam.wordpress.com
    http://mediamuslim.wordpress.com

    jazakumullohu khoir

    BLOGS Ini HADIR atas Inspirasi dari http://www.mediamuslim.info

  5. Assalamualaikum

    OOT: maaf, senang antum mengisi blogs kami
    Kami ingin mengajak antum bertukar link (barter links blogs) dengan situs ini. Silahkan antum tambahkan alamat-alamat blogs kami ini, kami akan menambahkan blogs antum juga di tempat yang telah kami sediakan,

    berikut blogs kami:

    http://aqidahislam.wordpress.com
    http://akhlaqmuslim.wordpress.com
    http://keluargamuslim.wordpress.com
    http://kisahislam.wordpress.com
    http://mediamuslimah.wordpress.com
    http://manhajislam.wordpress.com
    http://mediamuslim.wordpress.com

    jazakumullohu khoir

    BLOGS Ini HADIR atas Inspirasi dari http://www.mediamuslim.info (sebaiknya links http://www.mediamuslim.info ditambahkan juga, InsyaAlloh bermanfaat kok)

  6. gue sulit melihat koneksi antara lo gak masuk TV sama gebukin maling ayam…
    atau mungkin lo jadi maling ayam aja dulu biar masuk TV…
    gue tahu ben kenapa lo gak masuk TV.. mungkin lo kurang ganteng.. (Duh dalemmmmmmmmmmmmmmmmmmmmm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s