Ksatria Baja Hitam

Jaman sekarang, tidak dalam rangka melamar pekerjaan saja seseorang harus menjalani wawancara. Untuk masuk sebuah TPA/TPSA saja, di sebuah Masjid dekat kostan saya, setiap calon murid juga harus menjalani wawancara. Entah ini sekedar formalitas belaka, atau memang ditujukan untuk mengenal lebih jauh karakter calon muridnya. Memang di pengumuman disampaikan bahwa semua ini bukan dimaksudkan untuk menyeleksi para calon murid. Namun tetap saja sesi ini mendapatkan perhatian cukup besar dari para Ibu-ibu yang mendampingi putra-putri mereka.

Bulan lalu, entah karena alasan apa, salah seorang pemuda Masjid, mengajak saya terlibat di kegiatan tersebut. Maka sore itu, dengan memakai baju Koko satu-satunya, saya ikutan sibuk dalam kegiatan tersebut. Secara umum, wawancara yang berlansung selama 5 menit untuk masing-masing calon murid, berjalan dengan lancar. Beberapa saat sebelum magrib, wawancara tersebut berakhir. Anak-anak tampak begitu senang, begitu juga dengan para Ibu yang berkumpul di luar menunggui putra-putri mereka. Saya tentu juga ikutan senang, karena selain mendapatkan konsumsi gratisan, sejak saat itu saya digolongkan sebagai pemuda baik-baik yang rajin membantu di Masjid oleh Ibu-Ibu sekitar. Kalau masalah pahala, kita skip saja, karena itu urusan pribadi dengan Tuhan.

Jadi semuanya senang? Tenyata tidak. Dan ternyata yang tidak senang dengan hasil wawancara tersebut adalah para ustad dan pemuda Masjid. Alhasil, selesai sholat Isya berjamaah, rapat dadakan digelar. Saya yang sudah bermaksud langsung ngacir, terpaksa juga harus ikut dalam rapat dadakan tersebut.

Ternyata berdasarkan hasil wawancara, 28% anak menempatkan Corneil dan Bernie (tokoh kartun si penjaga anjing dan anjingnya yang bisa bicara, yang ditayangkan di sebuah stasiun televisi swasta) sebagai tokoh idola, 27% Sponges Bob, 23% Dora The Explorer, 20% Kapten Tsubasa, dan sisanya beragam tokoh kartun lainnya. Sedangkan yang mengidolakan nabi Muhammad hanya 3 orang.

Kondisi ini jelas-jelas telah membuat seluruh orang yang ada di rapat saat itu tidak senang. Alhasil, sebuah rencana besar disusun. Sebagai langkah awal di semua acara pengajian, tiap kali para murid ditanya siapa tokoh idola, mereka haruslah menjawab Muhammad. Sebulan lebih berlalu, entah hasilnya seperti apa.

Tulisan ini tidak saya maksudkan untuk memojokkan, tapi kisah ini jelas-jelas mengingatkan saya dengan masa kecil dulu. Kalau anak-anak sekarang akrab dengan Corneil & Bernie, Dora ataupun dengan Sponges Bob, saya dan banyak teman seumuran dulu begitu mengagumi tokoh Kotaro Minami alias Ksatria Baja Hitam. Sang Pahlawan Berbaju Baja selalu berbuat kebajikan dan tidak bisa tinggal diam menyaksikan semua perbuatan jahat yang ada di muka bumi. Bahkan untuk menegakkan kebenaran, Ksatria Baja Hitam beberapa kali hampir mati di tangan Jendral Jack. Di sekolah ataupun di rumah, Ksatria Baja Hitam selalu menjadi topik pembicaraan. Hampir semua anak laki-laki saat itu bercita-cita menjadi Ksatria Baja Hitam.

Seiring dengan pertambahan usia, saya dan teman-teman mulai sadar bahwa Ksatria Baja Hitam itu hanyalah tokoh ciptaan belaka. Tidak benar-benar ada di dunia ini. Alhasil, kami tidak lagi menempatkan Ksatria Baja Hitam sebagai tokoh idola. Tokoh tokoh pahlawan, pejabat, ilmuwan, artis, dan lain-lainnya mulai menggantikan posisi Ksatria Baja Hitam. Bim2 Slank, Muhammad Hatta, Annie Frank, JFK, Anthony Kieds, dan puluhan orang lainnya pernah tercatat sebagai tokoh idola saya.

Namun beda halnya dengan salah seorang dari teman masa kecil saya. Walaupun melanjutkan pendidikan di sekolah agama, sampai sekarang Ksatria Baja Hitam tetap menjadi tokoh idolanya. Alasannya sederhana saja, ratusan seri dia menonton Ksatria Baja Hitam, sang pahlawan selalu berjuang untuk kebaikan dan tidak pernah menyakiti orang lain. Dengan filosofi yang dicontohkan oleh sang pahlawan inilah ia sekarang menjalani hidup. Dan selama itu pula ia dapat hidup dengan damai, menjalankan segala kebajikan diri dengan penuh ketenangan jiwa.

Sebuah sikap yang sangat saya kagumi. Tidak seperti saya yang acapkali melontarkan nabi Muhammad sebagai tokoh idola, entah itu benar atau sekedar ingin dianggap orang beriman, namun seperti apa sebenarnya sikap, tingkah laku, filosofi kehidupan ataupun ajaran kebaikannya, tidaklah benar-benar saya tahu. Atau seperti anak muda sekarang yang mendadak idol, lalu terperangkap dalam kehidupan glamour tak beretika. Atau seperti ribuan masyarakat di sana yang menempatkan pelaku politik atau ulama sebagai tokoh mereka, yang acapkali dihinggapi buta hati dan jiwa sehingga mau-mau saja berkelahi dengan saudara sebangsa hanya kala tokoh mereka kalah dalam pemilihan kepala daerah.

Corneil & Bernie, walaupun kadang geblek, namun mereka berdua selalu menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan. Dora, dengan semangat belajar dan bertualangnya yang tinggi juga baik buat anak-anak. Perjalanan hidup Kapten Tsubasa dalam bermain bola juga banyak mengajarkan mereka akan arti sebuah perjuangan tuk mencapai mimpi, kerja keras dan saling bahu membahu. Entahlah, mungkin tak ada salahnya membiarkan anak-anak itu punya tokoh idola masing-masing.

22 thoughts on “Ksatria Baja Hitam

  1. Ksatria baja hitam ya. Kalo motor saya tuh namanya Gaban. SeriusšŸ˜›

    Saya sepakat. Kita emg kudu pahami dulu esensi dari pengidolaan. Bhw seseorang kemudian mengidolakan Saint Seiya, Songoku, Chinmi, Miiko, Dora, Ksatria Baja Hitam ataupun apa, its OK. yg penting asosiasi atas kesemua tokoh itu mengarah pd kebaikan.

    Jika masing2 tokoh itu terasosiasikan sbg pekerja/pembelajar keras, tanpa pamrih, hidup dengan penuh kebijakan dan sikap mulia, dan kemudian seseorang mjd terinspirasi utk menirunya. then its OK. bagus kan.

    Fungsi idola kan utk menginspirasikan kebaikan.

    HIngga kemudian kita tahu, bahwa Rasulullah dan para nabi memiliki kesemua sifat dan mentalitas mulia spt yg dimiliki oleh tokoh2 jagoan di tipi dan majalah.

    Bukankah demikianšŸ™‚

  2. sepakat.

    yang jelas kita mesti paham dulu karakter orang/tokoh yang kita idolakan

    jangan seperti saya, ngakunya idolain Rasul tapi pengetahuan tentang rasul masih cetek

  3. Sial………….
    gue nih yang pengen posting judul beginian udah keduluan sama elooooooo

    Gue dulu suka sok-sok membela kebenaran gara-gara kebanyakn nontoh kstaria baja hitam nih.. jadi kalo orang lain demo karena terinsipirasi sama hatta, hasa al banna atau siapa gue gara2 KBH…

  4. kita bisa mengidolakan siapa saja didunia ini, dan harusnya “mereka” itu tidak usah khawatir dan memaksakan untuk mengidolakan muhammad tanpa memberikan esensinya terlebih dahulu..
    toh melalui tokoh2 itu nilai-nilai kebesaran Allah hadir untuk kita:)
    yang maha adil
    yang maha benar
    yang maha jujur
    yang maha baik
    dll

    hehe, kok gw jadi religius gini sih:)

  5. Siapapun idola kita, dengan mengambil sisi positifnya, maka akan berguna buat kita. Bener juga mas, daripada sok sokā€™an bilang mengidolakan Nabi Muhammad, tapi malah ga banyak tau tentang Nabi Muhammad

  6. aku cuma mw bilang,
    klo ada diantara temen2 yang punya or nyimpen foto – foto KBH yang banyak, aku minta yah??
    please .. soalnya foto2ku ilang semua,,
    sedihnya..padahal itu film terhebat yang pernah aku tonton waktu kecil.
    thanks before..
    salam kenal kadek

  7. aku adalah penggemar ksatria baja hitam.
    film2 ini adalah favoritku saat aku masih berumur 13 tahun….. sekarang umurku uda 25 tahun.
    tapi semua kenangan2 yang ada dalam film itu masih terngiaag dlm ingatanku……..
    kapankah ada versi baru dari ksatria baja hitam dengan versi lebih modern dan canggih sesuai dengan keadaan sekarang…
    salam

    raflescity@gmail.com

  8. aku adalah penggemar ksatria baja hitam.
    film2 ini adalah favoritku saat aku masih berumur 13 tahunā€¦.. sekarang umurku uda 25 tahun.
    tapi semua kenangan2 yang ada dalam film itu masih terngiaag dlm ingatankuā€¦ā€¦..
    kapankah ada versi baru dari ksatria baja hitam dengan versi lebih modern dan canggih sesuai dengan keadaan sekarangā€¦
    salam
    mailto:raflescity@gmail.com

  9. saya juga pernah bikin artikel tentang remaja masjid yang judulnya “bukan satria baja hitam” ternyata ada di belahan lain dari dunia yang punya kata kunci yang sama dengan saya.
    moga kita tetap saudara dan menjadi pemakmur masjid. ok\

  10. yup… sama seperti kalian dulu saat masih di kampung saya tidak bisa

    melupakannya. rela berdesak-desakkan di rt sebelah hanya untuk nonton baja

    Hitam. wuih… pokoknya saya dan kakak-q tidak pernah tinggal dengan film itu…

  11. Becarefull Men !!!!! Idola itu layaknya sebuah bintang kecil di laut kehidupan kita. Dulu yang gilain KBH di kelas saya waktu saya masih pake seragam merah putih Plus muka lugu , cuman 2 orang. Dan Alhamdulilah kami berdua yang terus bisa gila belajar sampai sekarang demi cita-cita menjadi KBH di dunia nyata. He he he he he he ( Karena ternyata tekun belajar harus bisa mengalahkan monster kesenangan dan pengorbanan waktu n uang yang ga sedikit ) Ya dah met jadi KBH aza di dunianya masing masing ya……. Dan semoga Qt bisa mengunakan Pedang Matahari QT ke tempat yg Halal n Khair.Dan moga Qt hidup tak selalu mengunakan topeng he he he he he he he he

  12. setuju mas Beni.

    Anak seusia itu blm mengerti tentang hal seperti itu. harusnya masalah siapa idola siapa jangan terlalu dibesar2kan.

    saya sendiri masih bingung sampai sekarang. idola saya banyak.

    Kalau di sepak bola, Christian ronaldo.
    Kalau di musik, Ebiet G ade
    Kalau di politik, Hidayat N Wahid
    wah.. banyak pokoknya banyak..!

  13. saya juga penggemar Ksatria Baja Hitam, sama seperti anak anak kecil umumnya namun yang salah itu adalah Televisi bukan anak yang jadi konsumen TV

    coba TV mengadakan acara tentang mengenal Sejarah Masa Lalu misalnya tentang Tokoh Politik, Presiden dari tahun ke tahun atau tentang pahlawan. acara ini sebaiknya di putar pada jam anak anak nonton TV antara jam 5 sore sampai jam 7 Malam durasi acara baiknya 1 Jam aja per minggunya

    pada saat ini kebanyakan TV menayangkan acara Dangdut dan Sinetron yangbanyak menonjolkan kedengkian para pemain sinetron begitu juga dengan penyanyi Dangdut untuk mempopulerkan nyanyiannya “penyanyi” tersebut tidak malu malunya memamerkan aura sensualitasnya di depan umum

    begitu juga dengan penayangan sinetron dari sinetron cilik sampai sinetron dewasa, alur ceritanya sama aja berputar putar sampai orang jadi mau muntah nontonnya

    kalo mau protes silakan ke pengelola TV jangan anak anak di salahkan, kasian khan ( kayak tdk pernah jadi anak anak aja )

    salam kenal

    adhadian
    makassar

  14. ternyata idola itu sangat mengispirasi dalam kehidupan kita..

    Ksatria Baja Hitam….
    I Miss U…

    Karena Ispirasi dari Kepahlawanan dan Jiwa Berkorban Pantang Menyerahmu sehingga saat ini aku bisa sukses…..
    Terima kasih untuk semua idola yang selalu menemani masa-masa kecilku….

  15. wah saya pernah tuh dipermasalahin gara2 idola..waktu saya ikut pesantren kilat buat anak2 sma disebuah masjid…
    yg laen idolanya nabi Muhammad saya beda sendiri,,mlh jimi hendrix…
    pas lagi deceramahin mas2 pengurus acaranya,,saya nyemplong aja:
    “mas ngidolain nabi Muhammad dah bisa niru apa aja dari nabi??”
    dia cuma diam..
    trs saya lanjutin,,”kalo saya ngidolain jimi hendrix dah bisa maenin beberapa laguny”
    dan mas2 itupun berhenti menceramahi saya..

    jadi,,buat apa kita mengidolakan orang sehebat nabi Muhammad kalo ga bisa ngamalin apa2 yg dicontohin ama beliau..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s