Kisah Sedih di Hari Minggu

Zaman sekarang ternyata untuk berbuat dosa juga bukanlah sebuah perkara mudah untuk dilakukan. Awalnya saya berpikiran bahwa berbuat kebaikanlah yang susah. Sedangkan melakukan perbuatan dosa adalah sesuatu yang gampang untuk dilakukan, karena tidak diperlukan ketrampilan khusus ataupun kesungguhan niat. Lagipula hampir semua perbuatan dosa adalah perbuatan yang menyenangkan. Namun ternyata pengalaman seorang teman yang akhirnya melibatkan saya juga, hari Minggu kemaren menjelaskan hal yang beda tentang konsep tersebut.

Kisahnya berawal dari salah seorang teman saya. Kita sebut saja namanya Budi. Sabtu malam itu, Budi mendapatkan sebuah sms dari seorang temannya, kita sebut saja namanya Toni, yang kebetulan baru pulang dari Jepang. Toni mengabarkan bahwa ia membeli sebuah Original DVD porno yang dibintangi oleh seorang perempuan, kita sebut saja Miyabi, bintang panas Jepang paling terkenal saat ini. Kalau Budi mau pinjam, silahkan ambil besok pagi ke rumah sepupunya, tempat Toni menginap. Tapi sorenya harus segera dikembalikan karena mau dibawa Toni pulang ke Surabaya.

Nonton DVD Original, film porno, dan dibintangi oleh Miyabi, tentu saja sebuah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Pagi-pagi sekali Budi sudah memanaskan mobilnya, bersiap untuk berangkat ke rumah Toni. Tapi ternyata Budi tidak bisa segera berangkat. Si Ayah menyuruh Budi mencuci mobil. Walau dengan sedikit menggerutu, dilaksanakan juga perintah si Ayah tersebut. 

Setengah jam kemudian si Ibu minta diantarkan ke rumah salah seorang temannya yang sedang melaksanakan acara syukuran.  Sebenarnya rumah yang dituju itu tidak begitu jauh, masih satu komplek dengan rumah Budi, tapi karena ada beberapa barang yang dibawa maka terpaksa si Ibu harus diantarin dengan mobil. Ya sudahlah, akhirnya Budi mengantarkan si Ibu, toh jalannya satu arah dengan rumah si Toni, sehingga nantinya ia bisa langsung cabut ke  rumah Toni.

Tapi ternyata si Ibu tidak langsung menuju rumah yang dimaksud. Ada beberapa barang dulu yang harus di ambil di rumah temannya yang satu lagi. Terpaksa Budi memutar arah mobilnya menuju tempat yang dimaksud. Ternyata perjalanan kesana cukup jauh. Untuk mencapai tempat yang dimaksud si Ibu saja membutuhkan waktu hampir satu jam. Alhasil baru setelah dua jam kemudian, Budi sampai mengantarkan si Ibu ke rumah tempat syukuran itu berlangsung. Segera Budi tancap gas menuju rumah Toni. 

Baru mau keluar gerbang komplek, Budi melihat kerumunan orang di dekat pos satpam. Tiba-tiba dari kerumunan tersebut, muncul seorang bapak-bapak, salah seorang tetangga komplek yang menghampiri mobil Budi. Terengah-engah si bapak meminta agar Budi bersedia mengantarkan pak Usep, satpam gerbang komplek ke rumah sakit karena tidak sengaja tangan pak Usep kegores oleh pisau tajam dan mengalami pendarahan yang cukup parah. Antara perasaan buru-buru dan iba, akhirnya Budi bersedia mengantarkan pak Usep yang ditemani beberapa orang tetangga ke rumah sakit yang tidak begitu jauh dari tempat tersebut. Setelah memastikan pak Usep mendapatkan perawatan yang baik di rumah sakit, barulah Budi pamitan.

Budi menggeber mobilnya menuju rumah Toni. Untunglah Toni sedang ada di rumahnya. Berbasa-basi sebentar, sambil mendengar sedikit cerita tentang film yang dimaksud, Budi segera menyembunyikan DVD tersebut ke dalam bajunya. Kemudian Budi segera pamitan pulang. Lagi-lagi mobil itu digeber habis sama Budi, harus buru-buru sampai di rumah karena ia sudah tidak sabaran menonton pertunjukan Miyabi yang sangat panas.

Namun ternyata nasib baik belum berpihak kepada Budi. Dia baru ingat kalau DVD-Rom komputer yang di kamar sudah semingguan ini rusak dan tidak bisa dipakai. Kondisi ini jelas sekali membuat Budi kecewa. Menonton di DVD yang ada di ruang keluarga tentu saja bukanlah sebuah pilhan yang bijak. 

Untung saja Budi mendapatkan sebuah ide cemerlang. Dia ingat akan salah seorang temannya yang tinggal sendirian di kostan dan memiliki player DVD di kostannya. Dan yang lebih penting lagi temannya tersebut pasti juga akan sangat menginginkan untuk menonton DVD tersebut. Walaupun beberapa waktu belakangan sang teman tersebut sudah jauh berubah dan membaik tingkat keimanannya, tetapi original DVD dari Jepang, dengan bintangnya Miyabi, jelas saja sang teman tersebut membutuhkan benteng iman sepuluh kali lipat dari yang ia miliki sekarang untuk menolak.

Dan memang kenyataannya, begitu dikontak lewat telephon, sang teman langsung mengiyakan. Segeralah Budi menstarter mobilnya kembali, berangkat menuju kostan teman tersebut. Kira-kira setengah jam perjalanan maka sampailah Budi di sana. Tapi bukannya sedang bersiap-siap dengan player DVDnya, si teman ternyata sedang sibuk menggendong seorang bayi mungil yang lucu sekali di kamar kostannya, anak tetangga kostan yang kebetulan si Mamanya sedang gawat darurat di dapur. Menonton film porno bersama si bayi mungil jelas-jelas akan membuat marah kak Seto, lagipula cukup membahayakan juga jika tiba-tiba mama si bayi datang menyusul ke kamar. Maka terpaksa Budi ikutan bermain bersama si bayi. 

Setengah jam kemudian, mama si bayi datang. Tadinya mau langsung menyerahkan si bayi ke mamanya, tapi ternyata sebagai ungkapan terima-kasih, si mama bayi memaksa mereka untuk menikmati masakan yang baru selesai dibuat. Sepanjang makan, Budi tampak sudah tidak sabar sekali ingin menonton, tetapi yang ada si mama bayi malah mengajak ngobrol panjang lebar.

Segera selah selesai makan, dan sedikit berbasa-basi, Budi langsung menarik tangan temannya untuk segera pamitan. Begitu sampai di kamar kostan si teman, segera DVD player dinyalakan. Tak lupa jendela dan gorden di tutup agar tidak terlihat dari luar. Speaker diatur sedemikian rupa agar bunyi yang ditimbulkan tidak sampai keluar kamar. DVD Miyabi yang sudah menunggu dari tadi segera diputar di player. 

Baru saja Miyabi muncul di layar, tiba-tiba…..jegrekkk….. listrik mati. Kecewa, dendam, marah, sumpah serapah mengalir dari mulut mereka berdua. Miyabi yang dinanti-nantikan ternyata tak jua bisa disaksikan. 

5 menit, 15 menit, 30 menit, satu jam kemudian listrik tak jua menyala. Suasana begitu hening. Mungkin masing-masing sedang mencoba untuk mengendalikan nafsu dan otak kotor mereka yang tertahan. 

Memecah kesunyian, tiba-tiba Budi berkata bahwa mungkin Tuhan tidak mengijinkan dia menonton film tersebut. Ada-ada saja halangan yang menimpa. Boro-boro bisa lihat adegan ranjang Miyabi, yang ada selama satu hari ini mereka malah ternyata sibuk menolong orang lain. Ternyat tidak gampang untuk berbuat dosa. Namun entah mengapa sebegitu banyaknya petunjuk dari Tuhan tak juga membuat dia sadar. Sungguh manusia itu sangat hina. 

Setelah puas berfilsafat ria, Budi pamitan untuk mengembalikan DVD, habis itu mau langsung pulang ke rumah. 

Selang beberapa saat, tiba-tiba ada sms masuk di handphone si teman, “Ben, di rumah banyak kolak pisang tuh…kiriman dari istrinya paUsep yg td gw anterin k RS, kalo lu mau, ntar malam ke rumah”. 

Ya, tak ada Miyabi, kolak pisangpun jadi. =)

15 thoughts on “Kisah Sedih di Hari Minggu

  1. hehehe .. untung terakhirnya bukan akhirnya jadi nonton tapi ternyata filmnya salah … ternyata cuma film binatang-binatangan .. heheh

    eh mas .. saya sekalian mo minta maap, beberapa waktu lalu komenmu di blog saya sempat terkena moderasi.

    Saya memang menset “moderasi” pada konten komen. Jadi ada beberapa kata yang akan dianggap spam kalau tertulis di blog. Salah satunya “porn” kayaknya. Jadilah komen mas Beni kena moderasi. Tololnya, saya lama nggak ngecek dashboard saya, jadi ya nggak ke-approve2. Baru hari ini kebetulan saya chek dan sudah saya approve.

    Maklum saya agak gaptek menangkal komen spam yang akhir-akhir ini rada gila.

    sorry ya ….

  2. Budi.. budi… Beruntung sekali dia, masih dijaga =D
    Hmm.. Jadi Beni bisa ngerawat bayi juga ya??
    Alhamdulillah kabar baik..
    Main bola eks-penghuni sekre km yuk!
    Dah lama ga olahraga nih; Loe sendiri apa kabar?

  3. Lucu tapi juga getir ya.

    Btw, buat kamarnya yang bau sarden, coba kapur barus penghilang bau deh. Banyak kok di supermarket. Itu netralin segala macam bau. Mudah-mudahan habis itu kamarmu gak bau amis lagi ya🙂

  4. hahahahahaaah
    luchu banget tuh………
    Alloh masih sayang ama lo…
    btw tuh semua kumpulan cerita di bukuin aj.. atau dikirim ke ph dibuat film kayak joblo.. ahahahahhaha
    kan lumayan buat nambah uang bulanan dari tanggal 20 sampai tanggal 30…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s