Semoga Persib Juara

Saya jelas-jelas bukanlah pecinta bola. Tidak ada yang menarik tentang sepakbola buat saya. Mau pertandingan berkelas ala liga-liga di Eropa ataupun kelas tarkam, semuanya menggunakan lapangan dengan warna yang monoton, hijau, tidak kreatif sama sekali. Dari pada menyaksikan dua puluh dua laki-laki berebutan sebuah bola, jelas menyaksikan Dian Sastro lenggak lengok di panggung jauh lebih menarik buat saya. Jadi jangankan untuk menonton liga Indonesia yang katanya lebih banyak berantemnya, pertandingan piala dunia yang sudah berlangsung beberapa hari ini saja tidak pernah sekalipun saya tonton.

Tapi, terlepas dari rasa suka atau tidak suka, menonton higlight di pagi hari ataupun membaca koran melihat hasil maupun prediksi pertandingan adalah satu rutinitas baru yang harus saya lakukan agar hidup saya selamat.Lah,apa hubungannya sepakbola dengan keselamatan hidup saya?

Ceritanya begini. Di Lab saya ada seorang office-man yang bernama Pak Wawan. Sebagai seorang office-man, pagi beliau datang, membersihkan dan merapikan seluruh ruangan. Setelah itu memasak air, bikin teh lalu memasak buat makan siang orang-orang Lab. Setelah semuanya selesai makan, maka dengan sigap beliau mencuci dan membereskan semua peralatan. Sebelum pulang semua ruangan di Lab telah bersih dan rapih kembali. Walaupun usia beliau sudah mulai tua, namun pak Wawan adalah seorang yang sangat sigap sekali dalam bekerja.

Bagi saya, kehadiran pak Wawan sangat berarti sekali. Tingginya tingkat kesibukan di Lab membuat saya sering tidak sempat merapikan ruangan kerja saya. Kebetulan saya sedikit urakan dan kurang rapian. Kalau pekerjaan di Lab baru malam selesainya, biasanya saya tidak bersemangat juga untuk merapikan ruangan kembali. Padahal jika kepala Lab melihat ruangan saya berantakan, beliau akan marah sekali. Untungnya ada pak Wawan. Di saat pagi saya datang, ruangan telah rapi kembali, dan segelas teh dan sepiring gorengan telah tersedia di meja saya. Bahkan saat makan siang tidak jarang beliau datang membawakan lunch box ke ruangan saya.

Dan sebenarnya bukan saya saja yang sangat bergantung kepada pak Wawan. Semua orang di Lab sangat-sangat mengandalkan pak Wawan. Jika satu hari saja pak Wawan tidak datang, Lab seakan terlihat seperti kapal pecah. Berantakan di sana sini. Dan lebih parahnya lagi tidak ada yang masak untuk makan siang. Ujung-ujungnya, karena saya adalah yang paling muda di Lab, sayalah yang secara tak tertulis dinisbahkan sebagai gantinya.

Namun di saat saya sangat bergantung kepada pak Wawan, pak Wawan malah menjadi seorang penggemar Bola. Harusnya sih normal saja jika seseorang sangat menyukai sepakbola, sebagai pemain atau penonton. Tapi jika semangat hidup dan etos kerja dipengaruhi oleh sepakbola, ini yang tidak normal menurut saya. Tapi apa mau dikata, pak Wawan termasuk kategori tersebut.

Jika tim sepakbola kesayangannya menang, maka untuk beberapa hari ke depan dijamin ruangan akan sangat bersih dan rapih. Semua pekerjaan akan terlaksana dengan baik. Dan mantapnya lagi, masakan buat makan siang biasanya akan sangat enak sekali. Mau minta tolong apapun pasti akan dilayani segera, apalagi jika kita minta tolong sambil memuji-muji penampilan tim kesayangannya.

Namun sayangnya, tim yang dimaksud adalah Persib Maung Bandung. Tim kebanggaan barudak Bandung yang di musim terkahir ini jarang sekali menang. Dan apa mau dikata, kesedihan dari setiap kekalahan yang diderita Persib, juga diderita oleh pak Wawan. Jadi tiap kali saya baca atau dengar berita Persib kalah lagi, maka bersiap-siaplah untuk tidak akan dilayani oleh pak Wawan sehari tersebut. Bahkan bersipa-siap jugalah untuk makan siang diluar karena rasa masakan pak Wawan akan lebih pahit dari pada derita kekalahan yang menimpa Persib.

Dan inilah yang terjadi beberapa bulan belakangan. Prestasi Persib yang tak kunjung membaik, bahkan terancam degradasi membuat kehidupan saya jauh dari keselamatan. Jadi mau tidak mau, ikhlas atau tidak, saya harus menyisipkan meminta kemenangan Persib dalam doa saya setia hari.

Dan berita tentang ditiadakannya degradasi musim ini gara-gara bencana gempa di Yogya, terus terang saja sangat membahagiakan buat saya. Karena sejak mendengar berita ini, saya kembali merasakan makan siang enak.

Dan sekarang, di saat berlangsungnya perhelatan piala dunia, lagi-lagi keselamatan hidup saya akan sangat bergantung kepada bola. Tapi syukurlah di piala dunia kali ini, tim kesayangan pak Wawan adalah Brasil. Saya tidak perlu mendoakan Brasil, karena beda dengan Persib, tim ini dipenuhi pemain bintang, lagi pula di luar sana ada jutaan orang yang berdoa demi kemenangan Brasil.

Yang paling penting, selama sebulan ini saya tidak harus makan siang di luar.
Ga tau deh, kalau nanti Brasil kalah.

 

 

14 thoughts on “Semoga Persib Juara

  1. ha.. ha.. ha ada ya yang hidupnya secara tidak langsung tergantung sama bola.
    – wah akhirnya saya ketemu juga dgn seseorang yang juga tidak mencintai bola –

  2. Huakhahaha…cerita yang lucu..
    aku juga punya temen yg dipengaruhi bola banget..
    kalo kesebelasan favoritnya kalah, dia jadi males kuliah,,
    tumben ben, ada cowok yg gak suka bola..
    Hehehe..

  3. terima kasih sudah singgah. Sudah singgah di blog saya.. Di tengah kesibukan Anda …

    Wah-wah kejebak deh saya. Saya kira apa juga hubungannya sepakbola dan keselamatan hidup? Ternyata ha ha ha…

    Saya juga menjadi salahsatu dari sekian jumlah perempuan penyuka bola. Akan tetapi tidak lantas semua saya tonton. Selected game saja. Dan untuk jago, saya juga sama dengan Pak Wawan-nya Anda itu. Brasil. Meski bintangnya Brasil macam Ronaldo sudah mulai pudar tapi ada deretan lain seperti melesatnya- Robinho atau gaya sabarnya Cafu as the captain of the team. Lho lho kok jadi ngomongin bola

    Whatever, saya sepakat dengan Anda, keep smiling tiap bercermin. Dengan begitu kita akan rasakan semangat tiap hari.

    Sukses untuk Anda ya..

  4. Klo saya, seumur2, baru kali ini ngikutin pertandingan piala dunia. entah karena niatnya mo ngelembur kerjaan atau emg niatin nonton, yg jelas baru kali ini nonton bola.
    dan gawatnya, ternyata seru juga :p
    tapi sptnya beda dg kebanyakan, saya njagokan tim yg diprediksi akan menang PADA TIAP pertandingan, bukan dari keseluruhan pertandingan. dan rasanya menyenangkan liat jagoan kita menang๐Ÿ™‚

    tapi mungkin juga gejala ini muncul setelah saya -pd akhirnya- jadi ‘olahragawan’ hingga akhirnya jadi tertarik pada beragam jenis olahraga yg dulunya ndak saya suka.

  5. huahua.. selamat ben! tenang aja.. gue juga doain Brazil menang ko :p ini juga bukan karena gue suka ma tim Brazil atau gue suka bola.. cuma kalo Brazil menang, abang semata wayang gue akan dengan senang hati mengantar gue pergi ke kantor walau jam 6 pagi.. hehe..

  6. Hehehehehe…Segitu addicted-nya yah. Eh, tapi pernah juga sekali waktu saya dimaki seluruh umat eh salah teman, gara-gara memaksa pulang diacara menjenguk teman di rumah sakit. cuma gara-gara mau nonton pertandingan piala dunia. Maklum Korsel yang saya jagoin itu jadwalnya berlaga. Tapi itu 4 tahun yang lalu. Mudah-mudahan sekarang nggak perlu dimarahin seluruh umat eh salah teman saya.๐Ÿ™‚

  7. @ebo : ternyata beberapa hari ini saya menemukan banyak orang se”visi”.hahah..senangnya
    @firman firdaus : wah tentunya mas, tidak ada yang lebih menyenangkan selain bermain dengan buah hati (dan mamanya tentuny..heheh)
    @catuy ; ada satu, kalo yang lain ga tau dah =)
    @johan : wah begadang ngapain mas…main bola juga kah? =p
    @mona : ugh…sapa tuh yang bikin aturan cowok harus suka bola, padahal yang penting kan cowo tuh harus suka cewe =p
    @ikram : iya bukan cowok…tetapi lelaki sejati =)
    @dianika : sama-sama =) (smiling always)
    @guntar : wah, terjebak ato gimana nie mas..hehehe
    @nova : ternyata lu juga bergantung ma brasil nov, sama =)
    @merahhitam : amin……=)

  8. hehehe, bola memang memakan banyak ‘korban’. salah satunya saya๐Ÿ™‚

    makasih ya sudah mampir ke blog saya. salam kenal. salam juga buat pak wawan. saya doain deh brazil-nya menang.๐Ÿ™‚

  9. ass..pak wawan kumaha damang?sy baik2 sj.Sbenernya sy gak punya komentar,tp berhubung pemandangan-nya bagus,jdi pngen ktik asal2.Pak wawan g suka bola?????owh…no,sya z cewek dri kcil dah suka bola,maklum sya ank cwe satu-satuny,krena sodara sy cwo smua.suka bola atuhhhhhhhhhh,biar gaya………………..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s