Pesta di Kampusku

Sabtu kemaren, tepat pada tanggal 20 Mei 2006, di kampus saya diselenggarakan sebuah acara yang cukup meriah. Menurrut cerita teman-teman, bisa dibilang acaranya sangat meriah untuk acara sejenis yang diselenggarakan di kampus tercinta ini. Acara tersebut dinamakan France Day. Dari pagi sampai sore berbagai acara digelar. Mulai dari pameran-pameran perusahaan asal Prancis, pameran budaya, sampai pada pertunjukan sebuah band rock terkenal asal Pracis. Acara tersebut dikemas cukup menarik. Karena suasana yang dimunculkan begitu mengentalkan budaya Prancis, bahkan sebuah replika menara Eifell menjulang dengan gagahnya. Selain itu, puluhan jenis makanan ala Prancis juga dihidangkan dan dapat dinikmati secara gratis oleh setiap pengunjung. Jadi wajar saja kalau acara ini dihadiri oleh banyak orang.

Namun ajakan beberapa orang teman untuk mengunjungi acara ini saya tampik. Sama seperti tahun kemaren, saya sama sekali tidak tertarik untuk datang. Walaupun beberapa pesan singkat yang saya terima dari beberapa orang teman yang sedang asik mencicipi berbagai jenis makanan ala Pancis cukup menggoda saya. Saya memang orang yang begitu mencintai makanan gratisan. Dimana ada makan gratisan disitu saya selalu muncul, bahkan di kala bulan Ramadhan tak jarang saya ada di barisan depan mengantri tajilan gratis yang dibagikan di mesjid dekat kostan. Namun untuk acara yang ini saya telah memilih untuk tidak datang.

Ada hal yang cukup mengganjal dalam hati saya tentang acara ini. Fance Day? atau kita sebut saja Hari Prancis. Entah tujuannya hanya sekedar menunjukkan budaya dan negri Prancis atau apa, tapi terus terang saya tidak menyukai acara ini diselenggarakan, apalagi di kampus. Bukan karena saya punya sentimen atau pernah dikecewakan oleh perempuan Prancis, tapi terus terang acara ini membuat harga diri saya rendah sekali. Dan bukan saja orang Prancis itu yang membuat saya merasa rendah, tetapi orang-orang dari bangsa sendiri, yang juga adalah mahasiswa dari kampus harapan bangsa inilah yang membuat saya benar-benar merasa terhina.

Memang tidak salah jika mereka datang ke acara ini untuk melihat berbagai pertunjukan yang sangat menarik tersebut. Saya juga tidak sedang iri melihat mereka begitu bahagianya bisa mencicipi berbagai masakan dan makanan berkelas ala Prancis, walaupun harus mengikuti antrian yang cukup panjang. Karena untuk kalangan mahasiswa hal ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat jarang.

Tetapi keterbuaian mereka dalam acara tersebutlah yang membua saya gusar. Bagaimana bisa mereka begitu bersemangatnya untuk menghadiri sebuah perayaan yang jelas-jelas adalah sebuah perayaan dan pertunjukan kejayaan bangsa orang lain di hari yang seharusnya mereka peringati sebagai hari kebangkitan nasional. Hari dimana semua masyarakat bangsa ini, terutama mahasiswa yang notabenya adalah tumpuan bangsa, merenungi bangsa ini yang makin hari makin terpuruk.

 

Jangankan memperingati hari kebangkitan nasional, peringatan hari kemerdekaan Indonesia setiap tanggal 17 Agustus di kampus inipun masih kalah jauh dibandingin acara Francis Day.

Mungkin saja negeri ini sudah demikian terpuruknya, sehingga tak ada satupun perayaan bangsa yang cukup menarik bagi kita. Atau mungkin panitia hari kebangkitan nasional juga harus menyediakan es krim dan berbagai kuliner serta mengundang band-band terkenal?

Ya sudahlah, paling tidak orang Prancis akan mengenal kita sebagai bangsa yang ramah. Bahkan saking ramahnya kita begitu larutnya berbahagia diperayaan bangsa orang lain sampai-sampai melupakan negri sendiri. Siapa tahu tahun depan Jerman, Amerika Serikat, Australia, India, Jepang dan negara-negara lain pada tertarik untuk menyelanggarakan acara yang sama dikampus tercinta ini. Kan asik, makin sering makan gratisan.

10 thoughts on “Pesta di Kampusku

  1. Yup…Setuju Mas. Saya benci pada orang-orang yang lahir, tumbuh dan besar di negara ini, tapi lebih mengagungkan negara lain. Negara ini memang bobrok, banyak ketimpangan sosial dimana-mana. Banyak ketidakadilan yang terjadi. Tapi apa lantas dengan mengagungkan, memuja dan berhasrat menjadi warga negara lain, masalah akan selesai? Kalau bukan orang Indonesia sendiri yang membangunnya, lantas siapa yang mau bangun negara ini? Orang lain? Bangsa lain? Kok saya pesimis.

  2. Makasih, ya, komennya🙂
    btw, Nasionalisme memang mahal… *sedih* Ketika sektarian dan primodialisme mengusung sebahagiaan dan menenggelamkan yang lain, kehilangan jati diri menjadi lumrah bertopeng, bahkan kalau perlu menjadi “mereka”. Apalagi, kini, Globalisme, masyarakat dunia, negeri tanpa batas, sebuah identitas baru. Memang udah zamannya, ngkali?

  3. @merahhitam : kata bapak saya sih, tetap optimis

    @qky : kalo mereka yang kita minta jadi kita, bisa ga ya?

    @nova : wah tidak tahu euy, kan tidak datang

    @lantip : heheh, sepakat..mari kita lupakan, bangsa kita kan bangsa pelupa
    salam kenal juga =)

  4. buat nova : Gamais itu demo yang hedon aja… kan kayanya mah itu berbau budaya… walau budaya luar……..mungkin anak-anak sableng kaya beni aja yang merasa risih….

    Komen gue ben….. Jangan-jangan mereka lupa tanggal 20 mei itu hari kebangkita nasional lagi……..

  5. Emang idiot nih si beni kaya gituan lah diributin, biarin aja napa kalo ga seneng kirim komentar ama panitiannya ngapain malah posting ke sini??? Kaga tepat guna, mana otak mahasiswa lo, mikir lah dikit jangan dimanjain tuh otak kaya orang Indonesia pada umumnya yg males mikir sehingga otaknya masih orisinil. Lebih baik berkaca ama orang Prancis gimana caranya biar budaya kita bisa dirayain di negara lain jangan langsung antipati duluan. Pemikiran lo yang dangkal kaya gini bikin bangsa ini gak bisa maju karena terlalu melihat fenomena dari luarnya aja, sapa tau acara itu dibikin buat mengakrabkan hubungan dengan pemerintah prancis trus kampus lo dikasih beasiswa gitu, lo gak tau khan? Lo kaga mikir ampe ke situ karena dibutakan oleh perasaan nasionalisme yg gak jelas apaan. Buat yang laen juga jangan asal “ngebeo” doang ikut2an mikir juga dalem-dalem jangan asal setuju aja kaya MPR DPR sekarang, kalo calon penerus bangsanya kaya gini gak heran ni bangsa kaga maju-maju, Guoblok kalian semua!!!!!

  6. salam kenal
    nama gua itra
    asal dari mdan n kbtulan mhsiswa jur b prncis
    gua trus trang trtarik bnget dngan acranya
    n kpingin jga ngadain_a di kampus gua
    gmana caranya sih…??
    kok band asal prancis bsa diundang….?
    salut deh ma kelen smua
    tpi tetep cinta tnah air
    d’acord
    a bientot

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s