Ada Makan Siang Gratisnya

Bulan-bulan menjelang waktu wisuda merupakan waktu-waktu yang saya senangi. Walaupun saya sendiri masih belum ketiban jatah wisuda pada bulan Juli nanti, tetapi tetap saja saya ikut berbahagia. Biasanya mulai bulan Mei ini sampai Juni nanti akan sangat banyak sekali teman-teman yang menyelenggarakan seminar tugas sarjana mereka. Dan seperti musim-musim seminar sebelumnya, saya sangat rajin sekali menghadiri seminar teman-teman tersebut, bahkan bisa dibilang ini adalah hobi musiman saya.

Saya begitu menyenangi kegiatan musiman ini. Hal dikarenakan saya adalah teman mereka dan semua teman mereka undang. Sebagai pihak yang diundang tentu saja saya punya kewajiban untuk menghadirinya. Menghadiri sebuah undangan itu artinya kita turut merasakan kebahagiaan si pengundang. Bagaimana tidak, karena dengan kehadiran kita, maka si pengundang akan merasa sangat dihargai. Dan sesuai dengan apa yang diajarkan dulu di pelajaran PPKN, sikap ini merupakan perbuatan yang mulia. Dan jelas-jelas karena ini semua saya akan dianggap sebagai teman yang baik. Tapi selain hal tersebut, ada satu tradisi di program studi saya yang acapkali menjadi alasan utama untuk menghadiri sebuah seminar tugas akhir, yaitu konsumsinya. =)

Ya, dibandingkan dengan kegiatan seminar tugas sarjana di program studi yang lain, seminar tugas sarjana di program studi saya memang sedikit aneh. Sudah menjadi aturan tidak tertulis yang berlaku, bahwa sang mahasiswa yang menyelenggarakan haruslah menyediakan konsumsi bagi orang-orang yang menghadiri seminar tersebut. Jika seminar dilaksanakan pada pagi hari itu artinya adalah waktu sarapan, maka konsumsi yang disuguhkan haruslah setara nilai sarapan pagi. Jika seminar diselenggarakan pada siang hari itu artinya adalah waktu makan siang, maka konsumsinyapun haruslah satu kotak makan siang. Dan jika dilaksanakan pada sore hari berarti snack sore lah yang harus disuguhkan. Menu di atas adalah harga batas. Kartika Sari, McD atau Pizza Avenue mungkin bisa dijadikan contohnya. Jadi kita tidak akan menemukan konsumsi sejenis cemilan kelas bawah seperti gorengan.

Entah sejak kapan hal ini terjadi, dan entah siapa penemu ide. Yang jelas hal ini mungkin sudah menjadi nilai baku dalam sebuah seminar tugas sarjana di tempat saya. Di setiap tempelan-tempelan undangan seminar, pasti saja selalu ada tulisan gratis konsumsinya. Bahkan tak jarang untuk memperheboh, langsung dituliskan jenis makanan yang disediakan. Nasi Padang sering kali jadi pilihan yang paling menarik.

Kira-kira begitulah fenomena yang terjadi.
Sebenarnya ada beberapa orang yang memprotes “aturan” ini. Dikarenakan besarnya biaya yang harus dikeluarkan oleh si tukang seminar hanya untuk satu kali pertemuan tersebut. Walaupun hanya sekali, tetapi mengeluarkan uang ratusan ribu untuk hal-hal seperti itu tentunya tidak semua orang dengan mudah dapat melakukannya. namun tetap saja mereka tidak bisa berbuat banyak. Jika ingin seminar ramai didatangi maka jenis konsumsi yang disediakan akan cukup berperan. Apalagi pada waktu yang bersamaan ada beberapa seminar yang berlangsung maka yang jenis makanannya paling enak dan bergensi lah yang akan menjadi pilihan utama “pengunjung”. Atau bisa saja seminarnya tetap banyak didatangi, tapi omongan setelah itu akan cukup membuat malu. Dan tentu saja tidak ada satupun tukang seminar yang seminarnya dikenang sebagai seminar gorengan hanya gara-gara ia cuma mampu menyediakan gorengan. Jadi pilihannya tetap mengikuti aturan. Biayanya dari duit sendiri atau ngutang dulu, itu mah tanggung jawab si tukang seminar.

Mungkin saja sikap mahasiswa ini adalah salah satu cerminan sikap bangsa Indonesia. Selain terkenal dengan keramahan dan keelokan alamnya, bangsa kita juga dikenal dengan kecintaannya terhadap hal-hal yang gratisan. Baik atau buruk, benar atau salah, kalau gratisan mah ayuk aja. Dan di sisi lain, bangsa kita juga suka gengsian dan tidak mau dicap kelas gorengan. Mampu atau tidak mampu yang penting gaya dulu. Bangsa yang aneh!

Minggu depan ada tujuh orang yang bakal seminar, minggu depannya lagi ada 12 orang.
Wah, bakal kenyang nie, bisa ngehemat uang saku.
Mumpung saya juga orang Indonesia. =)

4 thoughts on “Ada Makan Siang Gratisnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s