Mari Berdoa

Beberapa waktu belakangan ini saya sering sekali dimintakan do’anya oleh beberapa orang teman. Entah karena saya memang dipandang sebagai orang-orang yang potensi do’anya cukup besar untuk dikabulkan Tuhan, atau mereka sekedar berbasa-basi dengan saya, tapi yang jelas tiap kali bertemu dan bertegur sapa selalu saja permintaan didoakan meluncur dari mulut mereka. Karena rata-rata dari mereka adalah teman-teman saya yang telah atau baru saja lulus, maka mayoritas dari mereka minta didoakan agar dimudahkan mendapatkan pekerjaan.  Ada yang minta didoakan agar diberikan ketenangan ketika wawancara kerja, ada yang minta didoakan agar bisa tidak salah dalam memilih tawaran pekerjaan, tapi ada juga satu teman yang permintaan doanya cukup sederhana. Dia hanya minta didoain agar satu saja dari puluhan surat lamaran kerja yang dia kirimkan mendapat tanggapan dari pihak perusahaan.

Karena semua doa tadi diminta dalam kapasitas saya sebagai teman, maka tentu saja saya dengan senang hati untuk mendoakan mereka. Bahkan saya sudah menyiapkan sebuah template doa, sehingga nanti cukup mengganti nama yang didoakan saja. dan mendoakan teman sekan telah menjadi rutinitas saya setiap hari. Tidak saja karena mendoakan orang itu adalah sebuah perbuatan yang sangat mulia, tetapi semakin banyak doa yang dikabulkan itu artinya semakin besar peluang saya untuk makan steak di restoran mahal. =p 

Berbicara tentang pekerjaan, memang menjadi momok yang bagi sebagian orang cukup bermasalah. Karena gosip-gosipnya di negara kita tercinta ini jumlah penganggurannya begitu besar. Lapangan pekerjaan yang tercipta sangat minim, padahal untuk tingkat mahasiswa saja entah berapa ribu orang yang diwisuda setiap tahunnya. Tak heran jika tiap kali diadakan bursa tenaga kerja, ribuan orang tumpah ruah saling sikut berebutan. Tak heran jika sebuah berita panggilan test kerja saja menjadi begitu dinanti. 

Di tengah ketatnya persaingan itu, doa tentunya tidak bisa dianggap remeh. Entah berapa macam jenis doa yang terucap. Mulai dari menulis dan mengirimkan surat lamaran, berdoa agar surat tersebut sampai dengan selamat sentosa. Jika surat sudah sampai, doa selanjutnya adalah agar surat lamaran yang dikirimkan tidak bernasib sama dengan ratusan surat sejenis lainnya, hanya menjadi tumpukan kertas yang dibuang ketempat sampah, berdoa agar surat lamaran kita dilirik dan dibaca dengan seksama. Dan berdoa agar kita dianggap cukup layak untuk dipanggil untuk tes. Mengikuti tes berarti harus butuh doa lagi, mau wawancara itu harus berdoa juga. Cukup banyak doa hanya untuk diterima kerja. 

Harusnya semua doa-doa tersebut bisa disingkat saja, yaitu berdoa agar diterima kerja. Tapi biasanya kalau cuma mengucapkan doa sependek itu, takut dikira tidak serius sama Tuhan. Sehingga beragam doa haruslah diucapkan. Tak cukup doa sendiri, orang-orang serumah pun ramai-ramai mendoakan, bahkan tak jarang tetangga diminta untuk mendoakan.

Memang, saat benar-benar sedang mengharapkan sesuatu, tiba-tiba saja doa menjadi begitu pentingnya dalam hidup kita. Kalimat yang selama ini jarang terucap, sekarang begitu lancarnya mengalir dari mulut. Segala jenis macam doa kita keluarkan, bahkan biasanya dibumbui oleh janji untuk melakukan suatu kebaikan apabila doa kita dikabulkan. 

Tapi entah mengapa, doa hanya populer ketika kita sedang meminta atau berharap sesuatu. Doa hanya populer ketika kita sedang ditimpa kesusahan. Lihat saja ketika diterima kerja, semua doa ditutup dengan sebuah syukuran mengundang seluruh tetangga. Entah ini adalah sebuah ajang berdoa lagi, atau hanya untuk memberitahukan kepada seluruh tetangga bahwa kita telah berhasil. Tapi biasanya, habis itu doa disimpan kembali di kitab suci, siapa tahu suatu saat ingin naik jabatan atau naik gaji, doa-doa tersebut dibutuhkan lagi.

Terlepas dari itu semua, melalui tulisan ini saya berterima kasih buat semua orang yang telah meminta saya mendoakan kalian semua. Terus terang saya merasa sangat tersanjung sekali, karena untuk kebaikan dalam hidup kalianpun ternyata membutuhkan doa dari orang seperti saya. =)

7 thoughts on “Mari Berdoa

  1. Boleh ndaftar untuk didoakan mas? Ehm…Tolong doakan saya punya uang banyak supaya bisa nyewa pembunuh bayaran untuk “men-jus” si anu…anu…dan anu…Itu loh, yang suka bikin orang banyak mangkel. hihihi…

  2. Eh, mas…Saya punya resep baru. Kali ini bisa dicoba. Heheheheh…(komennya nggak nyambung ya? Habis mas-nya tidak menyediakan tempat untuk berteriak :p)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s