Tetek Ibu di Angkot

Menyaksikan seorang Ibu yang mengeluarkan teteknya untuk menyusui si bayi di tempat umum mungkin perilaku yang masih jamak terjadi di lingkungan kita, di angkot, di terminal, di mall, di kantor, dll. Perilaku ini tidaklah melanggar UU Anti Pornograpi dan Pornoaksi, karena toh sampai sekarang tidak ada satu Ibu pun yang didemo atau ditangkap gara-gara menyusui sang anak di tempat umum.

Terus terang sampai sekarang saya tidak habis pikir kenapa banyak sang Ibu yang dengan santainya menyusui bayinya di tempat umum. Namun tidak sekalipun perilaku tersebut memancing pikiran kotor saya. Buat saya aura kasih sayang yang terpancar dari seorang Ibu yang menyusui anaknya begitu kuat terasa, dan saya sangat menghormati hal tersebut. Jadi bisa disimpulkan bahwa hubungan saya dengan Ibu-Ibu yang menyusui anaknya ditempat umum baik-baik saja, sampai kejadian sore kemaren yang saya alami di sebuah angkot sepulang dari tempat teman saya di pinggiran kota Bandung.

Awalnya di angkot yang saya tumpangi tersebut hanya ada saya dan seorang Ibu muda, dengan dua anak perempuannya yang masih kecil dan seorang bayi yang terlelap begitu nyenyak dipelukan Ibunya. Tak lama kemudian naik beberapa orang Ibu-Ibu usia empat puluhan. Disusul seorang perempuan muda. Baru sebentar berjalan, naik lagi beberapa Ibu-Ibu, dua orang memilih duduk di depan dan sisanya di belakang. Sehingga penuhlah penumpang di angkot tersebut. Dari semua penumpang di angkot tersebut, saya adalah penumpang yang paling tampan karena saya adalah satu-satunya laki-laki.

Dari pada bengong di angkot atau menguping Ibu-Ibu itu bergosip ria, saya mengeluarkan sebuah buku untuk di baca. Suasana di angkot tersebut riuh sekali. Sesuatu yang wajar jika para Ibu-Ibu berkumpul, pikir saya. Namun tiba-tiba saja hati saya merasa risih ketika secara tidak sengaja saya mendengar pembicaraan para Ibu-Ibu tersebut. Salah seorang dari Ibu-Ibu tersebut mengomentari si Ibu muda yang tampak kerepotan mengawasi dua anaknya yang saling berantem rebutan makanan, sedang bayi dalam dekapannya tampak mulai merengek.

Seakan dikomando, Ibu-Ibu yang lain juga saling lomba untuk turut mengomentari. Masih muda kok mau-maunya punya anak segini banyak, masih kecil-kecil dan jaraknya dekat-dekat. Memangnya tidak ikutan KB?. Memangnya si suami tidak mikir apa kalau berhubungan seks itu bisa menghasilkan anak?.

Tak ada angin tak ada hujan, tiba-tiba saja percakapan tersebut seakan menjadi percakapan para perempuan korban laki-laki. Menurut mereka laki-laki itu seenak nafsunya saja. Berhubungan seks sesukanya. Pernyataan ini ditimpali oleh seorang Ibu yang juga kewalahan menghadapi si suami, yang setiap pulang kerja pasti meminta berhubungan badan. Tak peduli dia sedang di dapur atau sedang menonton tv. Ada juga yang bercerita bahwa ketika sudah berbadan dua, sang suami tetap mengajak berhubungan badan. Tidak memikirkan kita-kita kaum Ibu yang harus bersusah payah lebih dari sembilan bulan gara-gara perbuatan si suami. Melahirkan, menyusui dan membesarkan anak. Gara-gara itu berat badan naik, kulit jadi keriput, tersiksa sendirian. Kalau tidak diladeni, bisa-bisa suami kecantol perempuan lain atau main ke tempat pelacuran. Di otak laki-laki yang ada hanya seks saja. Terus terang saya merasa risih juga mendengar obrolan para Ibu-Ibu tersebut, tapi tentu saja mencari mati namanya jika saya menentang pendapat para Ibu-Ibu tersebut.

Mungkin karena terganggu dengan celotehan si Ibu-Ibu yang begitu kerasnya, sang bayi terbangun dan menangis. Ibunya berusaha untuk meredakan tangis bayinya. Namun yang ada tangisan si bayi semakin keras. Kondisi ini lagi-lagi menjadi bahan buat para Ibu-Ibu tersebut. Si Ibu tersebut sendirian mengurusin tiga orang anaknya yang masih kecil-kecil sedangkan si suami entah kemana.

Ibu muda tersebut hanya tersenyum sambil terus mencoba untuk meredakan tangis bayinya. Namun karena tak jua reda, si Ibu yang kebetulan duduknya di depan saya, mungkin mengira bayinya tersebut kehausan sehingga dia memutuskan untuk mengeluarkan teteknya untuk menyusui bayinya.

Belum lama si bayi menetek di susu Ibunya, tiba-tiba ada suara Ibu-Ibu yang laksana petir di siang bolong. Tiba-tiba saja seorang Ibu-Ibu menuduh bahwa begitu melihat tetek si Ibu tersebut, pasti saat itu muncul pikiran kotor di otak saya. Tak disangka ternyata itu adalah pintu petaka buat saya. Belum sempat saya untuk kaget, tiba-tiba segerombolan komentar pedas menghujam. Seakan akan para Ibu itu ingin melampiaskan kekesalan mereka terhadap kaum laki-laki yang hanya memikirkan seks semata melalui saya. Tidak bisa sedikit saja melihat paha tersingkap, bokong besar dan payudara perempuan di jalan. Padahal istri di rumah sudah menyediakan segalanya.

Sebelum saya menjadi bulan-bulanan para Ibu-Ibu tersebut saya meminta angkot tersebut untuk berhenti, bayar ongkos lalu pindah ke angkot lain. Untuk berargumen secara langsung dengan para Ibu-Ibu tersebut jelas bukanlah opsi yang bisa dipilih. Itulah mengapa saya memutuskan untuk menuliskan kisah ini.

Perlu saya sampaikan bahwa tidak sedikitpun saya akan berpikiran kotor jika melihat ada Ibu-Ibu yang menetekkan anaknya di muka umum karena saya sangat menghargai dan menghormati para Ibu-Ibu tersebut. Dan saya memang tidak mengetahui permasalahan apa yang Ibu-Ibu alami dengan para suami di rumah, tapi ingat tidak semua laki-laki seperti itu. Masih banyak laki-laki yang bisa menjadi suami yang bisa menempatkan rasa cinta, kasih sayang dan tanggung jawab di atas kebutuhan seks semata dan Insya Allah saya salah satunya, nanti.

Ketika saya bercerita kepada bapak Kost saya, beliau malah berkata, “wajar saja Ben, setiap pulang kerja suami ingin dipuaskan nafsunya, karena seharian, ga di jalan, ga di kantor, mereka melihat paha dan payudara yang tersingkap dimana-mana”.
Ya elah Bapak, bukan itu maksud cerita saya, tapi ya sudahlah toh saya tidak yakin juga Ibu-Ibu tersebut akan sempat baca tulisan ini.

84 Responses to this post.

  1. ck ck ck … parah… kasian amat nasibmu ben hihihi…
    btw, itu para ibu2 gosip, mungkin daripada ngomelin elo, bakalan lebih baik kalo nolongin si ibu muda ngurusin anaknya ya? .. ya gak? .. jangan kayak gw .. bisanya komen doang :D

    Reply

  2. Hehehehehehe…Sorry malah diketawain. Habis nasibmu kok apes terus sih? :D

    Reply

  3. hahahaha kalah ama ibu2, but nice story. :D

    Reply

  4. :) ) kacian yak…

    Reply

  5. Ah Ibu….

    Reply

  6. Kebayang ya…betapa tersiksanya ‘terjebak’ di tengah ibu2 yg tanpa sadar sedang mengungkap hal yang semestinya dia jaga layaknya menjaga aurat.
    Mengenai melihat ibu menyusui di angkot, mungkin itu tidak menjadikan nafsu Anda bangkit. Tapi bisa jadi iya buat laki2 lain. So, seharusnyalah seorang ibu menjaga auratnya di tempat umum. Bisa kan menyusui tanpa harus memperlihatkan bagian tubuhnya itu? Ditutupi dengan selendang…..atau yang aman klo dia pake kerudung, masukkan aja si anak di bawah kerudungnya. Beres….dan aman :)

    Reply

  7. Posted by durby on August 16, 2006 at 5:45 am

    wah ben, supir angkotnya cowok khan? kalo gak tukeran posisi aja ama supir angkotnya, hehehhe. Tapi emang sih, ibu2 itu kalo dah gosip, sadis2 isinya. Kalo gak tetangga digosipin, suami dirumah. Tapi lagi2 balik ke masalah pendidikan, dah jadi hal yang dimaklumi makin rendah pendidikan, makin rendah etika seseorang.

    Reply

  8. Wah, mungkin bingung kali ya kalo aku mengalami situasi yang sama …..

    Reply

  9. jika menurutku ibu2 yang komen seperti itu tuh gak mikir, mereka malah seperti sang lesbian yang merasa jijik sama lelaki mereka lebih memikirkan tubuhnya sendiri sayang klo tubuhnya rusak. padahal bukannkah melayani suami itu adalah kewajiban dan juga hak suami minta dilayani. aneh beneryach orang itu sudah kodrat kok mesthi di tentang

    Reply

  10. mendukung gerakan ibu menyusui … lho … kok !

    Reply

  11. kalau aku jadi kamu, aku akan cuek aja tetep di angkot.
    Mau dilibang apa kek… emang gue pikirin ? :D

    Reply

  12. makany ben, kalo naik angkot pura2 serius dunk

    muke lo omes kali….. piss men

    Reply

  13. [...] Dalam ceritanya Beni tentang Tetek Ibu muda di Angkot, beberapa ibu-ibu yang meyakini bahwa tubuhnya adalah pembangkit nafsu birahi. Ibu-ibu itu yakin bahwa setiap lelaki yang melihat payudara –meski sedang untuk menyusui– pastilah bangkit birahinya. [...]

    Reply

  14. hmm..
    mungkin bisa lebih serius & konsen lagi kalau pas baca buku pada saat di angkot.. :-)

    btw sopir angkotnya cowo juga kan ?
    wah berarti kasihan juga sopir angkotnya, semoga tetap konsen nyetir angkotnya .. :-D

    Reply

  15. gw pernah nglaamin yg lebih seru :

    ibu-ibu tidur sambil netek-in anaknya di kereta. Eh nggak lama anaknya tidur juga tapi sudha nggak netek lagi. Nah tuh susu jadinya terbiar begitu saja .. jadi konsumsi orang sekereta (jabotabek tuh …. lagi jam penuh sesak pula)

    Reply

  16. Posted by Arif on August 31, 2006 at 9:53 am

    Kalau lihat ibu-ibu netekin anaknya di angkot atau bus, saya memalingkan muka. Bukan apa-apa, saya risih melihatnya.

    Reply

  17. mending liat ibu2 muda cakep mohay nyusuin anaknya ato ikut nyusu?
    huahahahaha… tapi emang suka risih ga jelas sih, abisnya antara
    malu-malu-tapi-aduh-itu-tolong-ya-bu-kok-montok-amat-sih…

    Reply

  18. Posted by artie on September 4, 2006 at 2:28 am

    pengalaman gw jadi gadis ==> risih banget kalo ngeliat ibu2 netekin anaknya depan umum
    pengalaman gw semenjak jadi ibu ==> ngga kepikiran kalo orang bakal nafsu ngeliat gw netekin anak..yang kepikiran anak gw bisa kenyang nyusunya.

    Reply

  19. hihihihihi……….. kasian banget nasib lu… laen kali kayaknya harus liat2 isi angkot dulu sebelum naik… kalau udah apes terjebak lebih baik buru2 turun ganti angkot deh…

    Reply

  20. wah, itu mah BAYI MAKAN ORANG…

    Reply

  21. bingung ya, pornografi sengaja ato tidak, niat ato tidak, bisa makan korban juga, pilih mana ama ruu app, pro or kontra?

    Reply

  22. wekekekkk… gw mampir ke WP punya lo neh benx!!! :D

    yampyun… nasib lo tuh yah…. ngenes bener sih benx???? tabah ya nak…. :D

    Reply

  23. wah, sial betul. memangnya semua lelaki langsung menyala begitu melihat payudara milik siapapun dalam situasi dan kondisi apapun? duh… ini pelecehan terhadap pria, bung! :D salam untuk ibu penuduh itu ya — misalnya ketemu lagi. tapi eh jangan2 pengalaman dia memang pahit. :)

    Reply

  24. waduh. kasihan sekali anda mas…

    ini seperti percakapan tentang mars and venus ya..

    Reply

  25. your blogsite in in our radar now ben :)

    Reply

  26. terima kasih buat semua komen =)
    karena bulan puasa, jadi saya bingung ngebahas ini lagi..hehe

    Reply

  27. huahahahaha… kebetulan nasibmu apes.. !!

    ah, si ibu kan hanya men-generalisasi pria-pria pilihan mereka (yg menjadi suami mereka) dengan mata gatelan seperti itu. makanya, lain kali balas saja.. “makanya Ibu-Ibu, kalo pilih suami jangan modal body bahenol ketika muda saja. Akibatnya mereka nagih itu melulu”.

    *iseng*

    Reply

  28. Salam kenal. ini adalah komentar pertama saya.
    Sungguh postingan yang luar biasa. Salut!

    http://pancaradis.blogspot.com

    Reply

  29. tampang lo mesum sih ben. :P
    Jadi tak kabar perjodohan mu itu?

    Reply

  30. Mestinya sekalian dilihat aza mas. Kalau baca buku kan malah ddisangka pura-pura, hehehehe…

    Reply

  31. Posted by oón on September 30, 2006 at 6:24 am

    xixixi…untung bukan tetek bengek :p

    Reply

  32. Posted by wiedy on September 30, 2006 at 11:07 am

    mestinya ladenin aja omongan ibu2 tadi. kan elu jd punya bahan omongan di blog lagi he3x

    Reply

  33. *ngakak*

    *gelenk2 kepala*

    Reply

  34. baru aja ngakaknya, kemaren belum baligh…
    Wakakakak…

    Reply

  35. hehehe… gue cengar-cengir baca tulisan elo Mas Ben. salam kenal.
    Sejujurnya, napsu nggaknya kalo gue tinggal liat si Ibunya. Kalo ibunya cakep tentu napsu juga, namanya juga darah muda. hiks… tapi biarpun napsu nggak juga lantas gue pelototin itu tetek. Setelah ngeliat Ibu sedang mengeluarkan tetek paling juga pura-pura nggak tau. hiks…

    Reply

  36. hahaha.. sory.. mau ikutan ketawa ahh.. :) )

    *mampir… kunjungan harian.. :) *
    -=|[gretong bilang:budayakan berkomentar]|=-

    Reply

  37. polling: 75% cowo suka tete gede, 25% cowo suka tete menengah kebawah…
    fakta: 100% cowo normal suka tete… yah kaw cuma berada di tmpt yg salah dan waktu yg salah ben, lagian itu brarti ibu2 itu nganggap kaw normal donk? tuh kan masih ada ‘celah’ yg patut disyukuri XD

    Reply

  38. Posted by abrac on February 7, 2007 at 7:32 am

    kalo gw seneng banget dikelilingi ibu2 walao bukan gadis, mestinya lo buka suara, sampaikan opini atau bantah kalo lo gak setuju.

    Reply

  39. Posted by apek on March 12, 2007 at 11:30 am

    suasana sebegitu jarang kita dapat lihat di malaysia terutama berada di khalayak ramai. Bagi saudara itu lumrah, tapi bagi saya ia sesuatu yang harus dielakkan krn kami disini amat sukar sekali menjumpainya, malah tidak mahu ibu2 di sini mempraktikkannya. Kalau terlihat di satu hari, adalah amat memeranjatkan dan mungkin tidak memahami gitu.

    Reply

  40. mungkin ibu2 itu pengen lu nyusu ke mrk, spt anak kecil itu kali Wakakakakaa…………

    Reply

  41. wew,,, jd pgn,,, ;)

    Reply

  42. [...] karena ketidak fahaman akan batasan AURAT, atau karena kecenderungan untuk meringan-ringankan aturan Agama, atau karena [...]

    Reply

  43. Posted by sitinurbaya on April 21, 2007 at 3:56 am

    Saya juga seorang “Ibu”
    Memang sudah sepantasnya Ibu menyusui anaknya – jika ditempat umum – ditutupi dengan selendang atau kerudung…
    Itu jauh lebih baik,-

    Reply

  44. Posted by ririn on June 5, 2007 at 12:15 am

    baru cerita tetek yang ginian saja udah pada rese…

    Reply

  45. Kasian deh….loe
    leftclick di wp

    Reply

  46. kenapa ibu2 “dengan santainya” menyusui di tempat umum? Coba dulu jadi ibu.. baru tau deh entar bahwa seorang ibu akan berjuang utk memenuhi kebutuhan makan minum anaknya dimanapun dan kapanpun. apalagi di indonesia, kalo commute naik angkot bisa memakan waktu 2 jam, dan utk turun dari angkot cari tempat belum tentu aman utk si ibu dan akan lebih menarik perhatian lebih banyak orang. Mohon dipikir dalam2 bahwa tidak ada yang salah dengan emnyusui di tempat umum. Bahwa hal itu jadi tidak lazim, itu adalah pola pikir kaum lelaki yang membuat standar norma2 di masyarakat yang membuat wanita berada di posisi sulit.

    baca juga It is difficult to be a woman di website saya. Terimakasih!

    Reply

  47. Posted by Riri on August 24, 2007 at 8:07 am

    Ya tuh,q jg prnh liat ibu2 yg nyusuin bayinya di bus..Q ngrasa nggak enak ma ibu yg nyusuin & ibu2 yg ada di bus..Bisa2 q di kira ngintip malahan..Seharusnya ibu yg taat agama tu nggak gtu, bisa kan klo pas nyusuin gitu ditutupin pake slendang ato yg lain, itu kan sama saja pamer aurat..Wlaupun kaya’ nya tu hal kcil tu bisa buat cemburu suami,mang ada suami yg rela payudara sang istri tercinta diliat ma orang lain,mending yang liat ibu2 klo yang liat cowok???

    Reply

  48. emang gue pikirin

    Reply

  49. hohohohohoo…numpang bicara yha all
    harus nya ibu” itu mikir lebih baik
    masa ibu” nete in anak nya di angkot ap
    gak malu” in..mending KLo janda klo ada
    suami ap gak pingsan pingsan tuh suami
    nya ngeliat tingkah laku istri nya begitu
    hehehee

    Reply

  50. Posted by jono on October 9, 2007 at 1:02 pm

    susah juga posisinya ya..
    mungkin kalau sudut pandang ibu2 begitu karena pengalaman dia mendasari keputusannya
    mungkin kalau dari sudut pandang lelaki ya beda lagi karena pengalamannya juga beda
    beda orang beda sudut pandang..

    Reply

  51. Posted by jono on October 9, 2007 at 1:03 pm

    yang aneh kalo ada ibu2 netekin suaminya di angkot
    wakakakakaak… itu anehnya aneh mungkin wakakakakkaka….

    Reply

  52. waduh 2 kok pada gitu sih emosinya. wajar orang laki atawa perempuan ngomong. biarin aja ntar kan cape sendiri, anggap aja tuh orang kesurupan
    oke setuju bukan ?

    Reply

  53. hahahaha…
    emang sangat gokil sekali kalo ngeliat ibu2 bertemu berkumpul dan bergosip. Celotehannya tak kan habis dimakan waktu. Dan pastinya selalu saja ada oknum manusia yang dibicarakan tingkah lakunya. Dan itu nampaknya merupakan salahsatu perilaku alami ibu2 bahkan wanita di dunia indonesia ini. Jadi tindakan anda untuk segera cabut dari angkot adalah tindakan paling relevan untuk saat itu. mungkin jika anda membawa mp3, merekam percakapan tersebut akan menjadi kenangan manis tersendiri untuk hari tua nanti, dan bekal menasehati anak istri.

    Lain kali jangan duduk di depan ibu2 yang bawa anak bawah 2 taun bos, apalagi kalo angkotnya penuh ibu2. wakakakaka
    postingan yang bodor pisan…

    Reply

  54. Posted by ariez on January 27, 2008 at 5:44 am

    bro,,,

    laen x perkosa z tu ibu2,,,!!!

    kentang bgt sich lho…

    hare gne msh liat tetek,,,??

    capek dech,,,,!!!

    Reply

  55. Posted by Sandi on April 7, 2008 at 5:06 pm

    Hati hati aza ntar mau turun dr angkot ada opa opa yg emek emek gimana?Kalau ga salah nama ibu itukan Dewi persik….Hmmm pantezzz aza.

    Reply

  56. Posted by malah on April 14, 2008 at 12:48 pm

    ko bisa begitu ya? trus lo pulang n tidur ga?

    Reply

  57. Posted by oncom83 on April 23, 2008 at 10:14 pm

    Pertetex lah……

    Reply

  58. Posted by oncom83 on April 23, 2008 at 10:19 pm

    untuk ibu2 stw di angkot yg lo naekin, menurut gw lebih baik bantuin itu ibu muda nyusuin kedua anaknya yang nggk kebagian tetek emaknya.., kan kata lo ada banyak tuch..ibu2.., sapa tau lo kebagian tetek juga he…he..he…..

    PEACE MEN…. JUST CRAZY COMMENT……

    Reply

  59. Posted by boris on June 13, 2008 at 9:16 am

    he he he he
    inu inu ko di pikirin mending yg masih perawan

    Reply

  60. Posted by tiger on August 21, 2008 at 7:15 am

    hahaha… mank ibu” klo dah gosip ampun dah’
    apes lo ben….
    btw “tetek ibu” muda nya mantep ga?? hahahaha… kidding…

    Reply

  61. yah low gw sih bysa ja,tapi gw saranin ama ibu-ibu aws jangan di depan ustad
    bisa-bisa ntar si Ibu di hukum cambuk kaya di aceh

    Hati-hati ya buuuuuuu……..

    tapi jangan lupa bu,anak adalah segalanya

    wassalam aja deh

    Reply

  62. Posted by forbidden on October 13, 2008 at 9:28 am

    emang gini tnd2 akhir jaman.sbiknya u bnyk bertobat sj. brpn gk sngj ngeliat hl spt itu,akan diminta pertanggung jawabannya oleh YANG MAHA KUASA.mnrt saya hal tsb dikategorikn sbg lbh mementingkan hal dunia drpd akhirat.INGAT, sbik biknya wanita adl yg menjg auratnya………………..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  63. Posted by 2rist on November 15, 2008 at 8:44 am

    AYA-AYA WAE….

    Reply

  64. Posted by poppy on November 23, 2008 at 10:00 am

    tapi teteknya gede nggak?
    gue punya temen cowo dia tu suka liatin tetek cewenya yang gede.
    menurutnya: 99% dia suka tetek gede karena mantap. 1% tetek menengah.
    kenapa loe nggak cobain ben
    sayang gw ngk pernah liat tetek ibu itu!
    berarti itu keberuntungan loe, donk ben.

    Reply

  65. [...] ceritanya Beni tentang Tetek Ibu muda di Angkot, beberapa ibu-ibu yang meyakini bahwa tubuhnya adalah pembangkit nafsu birahi. Ibu-ibu itu yakin [...]

    Reply

  66. Posted by nugo/ook on December 4, 2008 at 8:03 pm

    alaaah puon…puon… gitu aja kok repot… ambil golok..diacungin.. suruh diem tuh ibu2. beres kan…. klo gak tuh ibu2 TAMPARIN atu2…

    Reply

  67. Posted by kupungaeran on December 10, 2008 at 2:39 am

    makanya terus belajar, juga setelah menikah!! karena semua ada ilmunya… agama, budi pekerti luhur, sampe gimana ngebangun keluarga yang sakinah mawadah wa rohmah… biar nggak eksploitasi di depan umum, gosip yang nggak jelas sampe gimana cara berprilaku yang bener…

    gitu deh

    Reply

  68. Wah crta lo bkin w ingt pngalan w ndri yg hmpir mrip,cuman tu ibu muda tdur di pndah saya smbil tetekna trs trbuka xixixi.. Udah ah,

    Reply

  69. topik yang sungguh menarik,,,kadang orang tidak memperhatikan hal-hal seperti ini,,,,

    Reply

  70. harusnya kamu ngajak aku juga, trus bilang.. ih amit2 ijk sukanya ama lekong

    Reply

  71. kasian si tapi mo gimana lagi si anak kan minta di susui

    Reply

  72. Posted by umarhidayatullah on May 18, 2009 at 9:50 am

    yang buat ane heran! kenapa waktu pas masih gadis tuh tetek di tutup2in… seolah ga boleh ada satupun yg liat.. eee begitu dah nikah pny anak, kok kayaknya ada fikiran or imej seolah bertetek ria di tempat umum suatu hal yg lumrah boleh2 saja (jgnkan di tempat umum, bahkan mungkin dlm lingkup kecil seperti di depan kakak ipar yg notabene “bukan mahram”)

    ini adalah bukti kejahilan kita terhadap ilmu syar’i dan tidak ada yg menjadikan seseorang terjatuh kedalam dosa atau tersesat kecuali dua hal; kejahilan akan agama dan mengikuti hawa nafsu..

    sgt setuju dengan pendapat mbak hanum!

    makanya; nasehat khusus untuk kaum wanita yang masih memliki rasa malu; “berhijablah (hijab yg sayr’i) sebelum datang hari hisabmu”.

    Reply

  73. weh mosok si istri ngak kepingin juga diajak bercinta ama suaminya
    jangan jangan cerita fiktif nih

    Reply

  74. ka ka ka ka……
    lutu lutu..
    jadi malu…….

    Reply

  75. Posted by lory on June 30, 2009 at 6:15 am

    kentotin aj

    Reply

  76. enak loe bakar aj angkotnya…
    dr pd bkin ribut…
    kan entar masuk tv tuh trus loe,terkenal deh…ya ngga///???

    Reply

  77. Posted by agus on July 22, 2009 at 2:56 pm

    makanya lok punya toket gede…, dijaga donk….

    Reply

  78. Yaaa ben napa pindah angkot
    rezeki kok ditolak..

    Reply

  79. Posted by ekodeye on September 28, 2009 at 5:11 am

    itu rezeki namanya , dari pada curi2 lihat bagus dilihat betulan , siapa suruh buka di tempat umum , kalo ada ibu2 yg marah , itu karena teteknya ngak menarik lagi

    Reply

  80. Posted by denika on November 7, 2009 at 8:19 am

    sebagai cowok… gw juga nafsu untuk ngeliat kayak gitu..
    Tapi gw juga bosen…
    karena gw juga udah bosen ngeliat yang kayak gitu..
    karna gw sering banget ngeliat paha, payudara yng sexy dan bohai punya temen2x gw…
    mereka tuch sengaja banget buat ngedoain gw…
    karna kata mereka cuma gw doank yang paling cakep d skulllll

    Reply

  81. Posted by denika on November 7, 2009 at 8:21 am

    sebagai cowok… gw juga nafsu untuk ngeliat kayak gitu..
    Tapi gw juga bosen…
    karena gw juga udah bosen ngeliat yang kayak gitu..
    karna gw sering banget ngeliat paha, payudara yng sexy dan bohai punya temen2x gw…
    mereka tuch sengaja banget buat ngegodain gw…
    karna kata mereka cuma gw doank yang paling cakep d skulllll

    Reply

  82. Posted by haryanto on November 11, 2009 at 4:38 am

    Besok besok kalau naik angkot pake aja Helm ,aman dech…

    Reply

Respond to this post