Archive for June, 2006

Malaikat Tidak Suka Bola?

Lagi-lagi saya terpaksa berbicara sepakbola. Terpaksa, karena setidak suka apapun saya terhadap bola, satu bulan ini saya harus menerima kenyataan bahwa piala dunia telah banyak mempengaruhi hidup orang-orang di sekitar saya. Piala Dunia memang begitu dahsyatnya. Jangankan pak Wawan yang gaulnya hanya di Lab, orang-orang terkenal dan selebriti kelas dunia saja juga terpengaruh karenanya.
David Beckham, [...]

Continue reading »

More than A Game

<!–[if !supportEmptyParas]–>Dari pada menghabiskan malam minggu sendirian di kost, akhirnya saya menerima ajakan seorang teman untuk nonton bareng Piala Dunia di sebuah kafe di bilangan pusat kota. Sebenarnya ajakan ini sama sekali tidak menarik buat saya. Tetapi ketika dijanjikan semua biaya ditanggung oleh teman saya tersebut, apalagi saya boleh membawa laptopnya, hati ini luluh juga. [...]

Continue reading »

Semoga Persib Juara

Saya jelas-jelas bukanlah pecinta bola. Tidak ada yang menarik tentang sepakbola buat saya. Mau pertandingan berkelas ala liga-liga di Eropa ataupun kelas tarkam, semuanya menggunakan lapangan dengan warna yang monoton, hijau, tidak kreatif sama sekali. Dari pada menyaksikan dua puluh dua laki-laki berebutan sebuah bola, jelas menyaksikan Dian Sastro lenggak lengok di panggung jauh lebih [...]

Continue reading »

Sudah Disunat

Mengunjungi rumah pak RT mungkin adalah satu dari sekian hal yang sangat saya hindari. Pertama adalah karena sekalinya ngobrol dengan beliau, pasti akan sangat sulit sekali untuk menghentikannya. Dan kedua, yang paling saya takuti adalah anaknya. Ya anak pak RT yang baru berusia lima tahunan. Nakalnya minta ampun. Disaat saya sedang menderita mendengar ceramah kebangsaan [...]

Continue reading »

Untitled

Saya benar-benar dibuat kagum oleh bangsa sendiri. Di saat saya masih terpaku mendengar berita jumlah koban yang terus melonjak sampai 5000an lebih, ternyata masyarakat bangsa ini sudah demikian sigapnya bergerak mengulurkan bantuan berupa sumbangan uang, makanan dan pakaian. Lihat saja hampir di setiap sudut ada panitia posko peduli korban gempa. Di sepanjang jalan begitu berjejernya [...]

Continue reading »