Being 22, like giving me a new spirit to entry the new season of my life.
Where it was dark now there’s light
Where there was pain now there’s joy
Where there was weakness, I found my strength
Just like a kid who found a new toy, the way i do with my new life, my new dream, and mynewblog now.
Welcome to My GLasNost.
Posted by uni on December 1, 2006 at 4:33 pm
hoi beni, lucu juo baco blognyo, uni tasasek mambaco tentang kejadian diangkot, soalnyo uni kini juo sadang baranak ketek, alhamdulillah laki-laki dan memang kadang manyusu dimano sajo, walau disiko sabananyo tasadio tampek manyusui bayi kalau lg dimall. rindu juo jo kampus ganesha. ha ha awak satu almamter dan dari satu kampuang. wasalam
Posted by Ibnu Umar Junior on September 22, 2007 at 8:57 pm
Bagi masyarakat Jakarta Betawi adalah nafas kultur yang berhembus di antara relung-relung kehidupan ibu kota yang semrawut. Hembusan itu begitu terasa tapi bukan di gedung-gedung perkantoran yang tinggi menjulang, melainkan ada di balik gubuk kawasan-kawasan kumuh di pinggiran kota. Suasana bersahabat yang ditunjukkan orang-orang Betawi asli yang masih banyak tersisa itu sesungguhnya bukan rekayasa, melainkan gaya hidup yang nyata….
Posted by Ibnu Umar Junior on September 22, 2007 at 9:03 pm
Betawi bagi sebagian orang adalah ketinggalan zaman. Ada pula yang mengkonotasikan Betawi adalah masyarakat yang tidak berpendidikan. Maka ada satu hal yang perlu diketahui bahwa jauh sebelum suku-suku lain menjejakkan kakinya di bumi Betawi masyarakat asli Betawi telah eksis merawat daerah dan wilayahnya hingga membuat bangsa asing meneteskan air liur dan berusaha merebut Betawi (Batavia) untuk dijadikan sentral kekuatan ekonomi dan militer mereka….